Sains
Minggu, 11 April 2021

Sempat Menakutkan, Ternyata Kecil Peluang Asteroid Apophis Menghantam Bumi

pophis, dinamai menurut nama dewa Mesir yakni "penguasa kekacauan".

Agung Pratnyawan
cloud_download Baca offline
Ilustrasi asteroid. (pixabay/Buddy_Nath)
Ilustrasi asteroid. (pixabay/Buddy_Nath)

Hitekno.com - Asteroid Apophis atau disebut juga dewa kekacauan sempat membuat khawatir karena memili potensi untuk menghantam planet Bumi tempat kita tinggal.

Namun ternyata temuan para ahli, penelitian terbaru mengungkap kalau risiko terjadi hantaman asteroid Apophis ke Bumi lebih kecil dari dugaan selama ini.

Menurut Badan Antariksa Eropa dan NASA, asteroid dewa kekacauan ini tidak memiliki peluang menghantam Bumi pada abad berikutnya.

Asteroid Apophis ini kerap menjadi pusat cerita menakutkan karena dianggap memiliki peluang kecil untuk bertabrakan dengan Bumi. Artinya, ditempatkan di "Daftar Risiko" Badan Antariksa Eropa, dan subjek pengamatan mendetail.

Apophis, dinamai menurut nama dewa Mesir atau "penguasa kekacauan", pertama kali terdeteksi pada 2004. Setelah itu, para peneliti menyarankan bahwa ia dapat menghantam Bumi pada 2029 dan 2036.

Penelitian lebih lanjut mengesampingkan dampak tersebut, mengurangi kekhawatiran. Namun para ahli tetap khawatir tentang kemungkinan tabrakan pada 2068.

Sebagian karena nama besar asteroid, serta potensi bahayanya, menjadi terkenal dan secara teratur ditulis sebagai potensi bahaya yang dapat menyerang planet ini pada akhir abad ini.

Asteroid Apophis. [YouTube/@Destiny]
Asteroid Apophis. [YouTube/@Destiny]

 

Asteroid itu melakukan pendekatan yang relatif dekat awal bulan ini, ketika para astronom memiliki kesempatan untuk memindainya dengan peralatan NASA.

Itu memberi mereka pandangan yang lebih baik tentang orbit asteroid, dan membuat mereka yakin dalam mengesampingkan bahwa hal itu dapat berdampak kapan saja di abad berikutnya.

Apophis akan terbang melewati Bumi pada 2029, melintas pada jarak kurang dari 35.000 kilometer dan sangat dekat sehingga dapat terlihat dengan mata telanjang.

Jarak tersebut adalah salah satu alasan para ilmuwan khawatir tentang flyby terbaru tahun ini: datang begitu dekat dengan Bumi berarti ia dapat dipengaruhi oleh gravitasi kita, dan sulit bagi para peneliti untuk mengetahui bagaimana hal itu dapat mengubah lintasannya.

Jika asteroid itu melewati "lubang kunci gravitasi" yang berbahaya pada kunjungan 2029 itu, maka ia mungkin menemukan dirinya dalam perjalanan yang akan membawanya menuju tabrakan pada 2069.

Data baru memungkinkan para ilmuwan memiliki gambaran yang jauh lebih akurat tentangnya. Lintasan untuk 2029, mempersempit jendela kemungkinan dan memungkinkan mereka untuk memastikan itu tidak akan melewati lubang kunci yang sangat penting.

"Tabrakan 2068 sudah tidak mungkin lagi, dan perhitungan kami tidak menunjukkan risiko dampak setidaknya untuk 100 tahun ke depan," kata Davide Farnocchia dari Pusat Studi Objek Dekat Bumi (CNEOS) NASA, dalam sebuah pernyataan dilansir laman Independent, Senin (29/3/2021).

Lintasan asteroid Apophis 99942. (Sky and Telescope)
Lintasan asteroid Apophis 99942. (Sky and Telescope)

 

"Dengan dukungan pengamatan optik baru-baru ini dan pengamatan radar tambahan, ketidakpastian di orbit Apophis telah runtuh dari ratusan kilometer menjadi hanya beberapa kilometer ketika diproyeksikan ke 2029," jelasnya.

Pengetahuan yang sangat meningkat tentang posisinya pada 2029, dia menambahkan, memberikan lebih banyak kepastian tentang posisinya.

"Jadi sekarang kami dapat menghapus Apophis dari daftar risiko," ujar Farnocchia.

Memiliki tempat dalam daftar risiko tidak selalu berarti bahwa asteroid merupakan ancaman yang signifikan. Sebuah objek hanya perlu memiliki peluang bukan nol untuk menabrak Bumi.

Jika sebuah asteroid ditempatkan dalam daftar, para peneliti terus memahami dengan lebih baik orbitnya dan apakah asteroid itu akan bertabrakan dengan planet kita dalam 100 tahun mendatang.

Jika para astronom kemudian dapat yakin bahwa itu tidak menimbulkan ancaman, itu ditarik kembali dari daftar.

Apophis menolak untuk meninggalkan daftar itu dan menghindari upaya para ilmuwan untuk mendapatkan bukti bahwa itu tidak akan menabrak planet kita.

"Penemuan Apophis dan pekerjaan awal yang dilakukan untuk melacak dan memahami orbitnya, terjadi ketika aktivitas pertahanan planet saat ini masih dalam tahap awal," kata Juan Luis Cano dari Pusat Koordinasi Objek Dekat-Bumi ESA dalam sebuah pernyataan.

"Dengan penghapusan Apophis dari Daftar Risiko, kami menutup bab yang sangat mencerahkan dalam sejarah pertahanan planet," tutup Luis Cano.

Itulah hasil temuan baru para ahli yang mendapati kalau Asteroid Apophis punya potensi menghantam Bumi lebih kecil dibanding perkiraan sebelumnya. (Suara.com/ Dythia Novianty).

Terkait

Terkini