Sains
Rabu, 21 April 2021

Deretan Fenomena Luar Angkasa yang Terjadi Maret 2021

Berikut deretan fenomena luar angkasa yang terjadii Maret 2021.

Dinar Surya Oktarini
cloud_download Baca offline
Ilustrasi luar angkasa. (Pixabay/ PublicDomainPictures)
Ilustrasi luar angkasa. (Pixabay/ PublicDomainPictures)

Hitekno.com - Mulai dari planet Merkurius sederetan fenomena antarika ini bisa dilihat Maret ini. Planet-planet tersebut akan mengalami tripe konjungsi, hingga posisi bulan yang akan bergitu dekat dengan Bumi.  Untuk lebih jelasnya, simak informasi terkait fenomena antariksa Maret 2021 berikut ini.

1. Tripel Konjungsi Merkurius-Jupiter-Saturnus

Fenomena yang terjadi selama 17 hari ini dimulai pada tanggal 1 Maret. Pada fenomena ini planet Merkurius akan mengalami tripel konjungsi dengan planet Jupiter dan Saturnus.

Fenomena ini juga dapat disaksikan dari arah timur-tenggara ketika posisi fajar astronomis tepat pada -18 derajat.

Menurut penjelasan Lapan sudut pisah Merkurius akan mengecil, yang mulanya 2,78 derajat akan berubah menjadi 0,41 derajat.

Fenomena ini akan membuat planet Merkurius memiliki kecerlangan variasi antara +0,17 sampai -0,05, Jupiter -1,97 sampai -2,01 dan Saturnus +0,71 sampai +0,74.

2. Oposisi Solar Vesta

Vesta adalah objek terbesar kedua dalam bagian sabuk asteroid, objek ini memiliki diameter 530 kilometer dan memiliki massa hampir 9% dari massa seluruh sabuk asteroid.

Fenomena ini akan terjadi pada tanggal 5 Maret 2021, untuk melihat fenomena ini harus menggunakan binokuler maupun teleskop 10cm sehari sebelum terjadinya fenomena ini, tepatnya pada 4 Maret pukul 20.00 dari arah timur-timur laut pada waktu setempat.

3. Konjungsi Solar Neptunus

Secara mudahnya fenomena ini adalah fenomena yang terjadi ketika Neptunus, Matahari dan Bumi berada pada satu garis lurus Neptunus terletak sejajar dengan matahari. Puncak fenomena Konjungsi Solar Neptunus akan terjadi pada 11 Maret 2021 tepatnya pada pukul 07.28 WIB, 08.28 Wita dan 09.28 WIT

4. Aphelion Merkurius

Ilustrasi Merkurius, planet terkecil dan yang paling dekat dengan Matahari di tata surya kita. [Shutterstock]
Ilustrasi Merkurius, planet terkecil dan yang paling dekat dengan Matahari di tata surya kita. [Shutterstock]

Aphelion Merkurius akan terjadi pada 14 Maret pukul 08.45 WIB, 09.45 Wita. 10.45 WIT. Fenomena ini terjadi ketika planet Merkurius berada pada titik terjauh dari matahari.

Terjadinya fenomena ini disebabkan oleh orbit planet yang berbentuk elips dengan matahari dan posisi tepat pada salah satu dari kedua titik fokus orbit tersebut.

5. Puncak Meteor Gamma Normid

Fenomena ini adalah fenomena yang terjadi sebagai titik awal terjadinya hujan meteor, hujan meteor yang mulai aktif pada 25 Februari hingga 28 Maret ini akan berpuncak pada 14 Maret 2021 pada pukul 23.00 WIB, 00.00 Wita dan 01.0 WiIT.

6. Tripel Konjungsi Bulan-Mars-Aldebaran

Aldebaran adalah bintang paling terang dalam rasi bintang Taurus, pada fenomena ini akan membentuk konjungsi segitiga antara Bulan, Mars dan Aldebaran.

Fenomena ini akan terjadi pada 19 Maret mulai 42 menit setelah terbenam matahari dari arah barat laut sampai pukul 22.00 waktu setempat pada arab barat-barat laut.

7. Ekuinoks Maret

Ekuinoks adalah fenomena yang rutin terjadi dalam setiap tahunnya, Ekuinoks Maret adalah salah satunya. Peristiwa yang akan terjadi pada tanggal 20 Maret 2021 ini akan terjadi pada pukul 16.37 WIB, 17.37 Wita dan 18.37 WIT.

Ekuinoks Maret merupakan titik perpotongan ekliptika dan ekuator langit yang dilewati Matahari dalam perjalanan semu tahunan Matahari dari langit belahan Selatan menuju ke langit belahan utara.

8. Konjugsi Superior Venus

Ketika posisi Venus, Matahari dan Bumi sejajar dalam satu garis lurus maka peristiwa itu disebut Puncak konjungsi superior Venus.

Peristiwa ini akan terjadi pada pukul 14.16 WIB, 15.16 Wita, 16.16 WIT pada 26 Maret 2021.

9. Perigee Bulan

Fenomena luar angkasa yang terjadi pada tanggal 2 dan 30 maret ini akan memperlihatkan posisi ketika bulan sangat dekat dengan bumi. Hal ini disebabkan oleh orbit Bulan yang berbentuk elips dengan Bumi terletak di salah satu titik fokus orbit tersebut. (Suara.com/Fitri Asta Pramesti)

Terkait

Terkini