Sains
Kamis, 15 April 2021

Ilmuwan Sebut Manusia Purba juga Lakukan Hibernasi, Mirip Beruang

Apakah manusia purba tidur panjang seperti beruang hibernasi di musim dingin?

Agung Pratnyawan
cloud_download Baca offline
Ilustrasi beruang cokelat. (Pixabay/ Free-Photos)
Ilustrasi beruang cokelat. (Pixabay/ Free-Photos)

Hitekno.com - Dalam penelitan terbaru, ilmuwan mendapati kalau manusia purba juga melakukan tidur panjang sepanjang musim dingin. Atau lebih sering disebut sebagai hibernasi seperti yang dilakukan para mamalia.

Selama ini diketahui hewan yang melakukan hibernasi selama musim dingin adalah beruang. Akankah manusia purba juga melakukan hal yang sama?

Para ilmuwan percaya beberapa jasad nenek moyang manusia yang ditemukan di gua Spanyol bernama Sima de los Huesos, menunjukkan bahwa manusia kuno pun melakukan hibernasi.

Namun hibernasi yang dilakukan manusia purba, menurut para ilmuwan tidaklah sepanjang dan sehebat yang dilakukan beruang dan para mamalia.

Hibernasi tidak selamanya sehat. Beruang memiliki proses metabolisme khusus untuk melindungi diri dari proses tidur panjang ini, meskipun terkadang hibernasi tidak berjalan sesuai rencana.

Ilustrasi beruang coklat. (Pixabay/Bergadder)
Ilustrasi beruang coklat. (Pixabay/Bergadder)

 

Makhluk yang melakukan hibernasi dapat terserang sejumlah penyakit jika tidak mendapatkan cadangan makanan yang cukup sebelum musim dingin.

"Hibernasi dapat menimbulkan rakhitis, hiperparatiroidisme, dan osteitis fibrosa jika tidak memiliki cadangan lemak. Semua penyakit ini merupakan osteodistrofi ginjal yang terkait dengan penyakit ginjal kronis," kata Antonis Bartsiokas dan Juan-Luis Arsuaga, ahli paleoantropologi yang menulis penelitian ini.

Dengan menganalisis fosil nenek moyang manusia, para ahli berpikir telah menemukan beberapa tanda bentuk hibernasi pada fosil tersebut.

"Bukti penyembuhan tahunan yang disebabkan oleh hibernasi yang tidak dapat ditoleransi pada individu remaja menunjukkan adanya pubertas berselang setiap tahun dalam populasi ini," tulis para ilmuwan, seperti dikutip dari Science Alert, Kamis (24/12/2020).

Tim ahli menjelaskan bahwa tanda-tanda lain dari kekurangan vitamin D, dari kurangnya paparan sinar matahari terbukti dalam cacat tulang.

Ilustrasi manusia purba (Shutterstock).
Ilustrasi manusia purba (Shutterstock).

 

"Hipotesis hibernasi konsisten dengan bukti genetik dan fakta bahwa hominin Sima de los Huesos hidup selama periode glasial," tambah para ilmuwan dalam penelitian yang telah dipublikasikan di L'Anthropologie.

Dengan kata lain, manusia purba ini kemungkinan mencoba tidur selama musim dingin sehingga tulang mereka menunjukkan bekas luka saat tidur. Tidak ada cadangan lemak yang cukup, kekurangan vitamin D, dan pertumbuhan yang aneh pada remaja.

Meski begitu, para ahli masih memerlukan lebih banyak informasi sebelum dapat memastikan apakah nenek moyang manusia purba ini memang melakukan hibernasi.

Kemudian jika terbukti benar, para ilmuwan juga harus menyelidiki bagaimana spesies manusia akhirnya kehilangan kemampuan hibernasi seperti saat ini.

Itulah hasil penlitian terbaru dar para lmuwan yang mempercayai kalau manusia purba di masa lalu melakukan hibernasi seperti beruang saat musim dingin tiba. (Suara.com/ Lintang Siltya Utami).

Terkait

Terkini