Selasa, 19 Januari 2021

Bagaimana Proses Terjadinya Hujan Turun? Ini Penjelasannya

Bagaimana proses terjadinya hujan? artikel ini akan menjelaskan prosesnya dengan lengkap.

Agung Pratnyawan
cloud_download Baca offline
Ilustrasi Hujan. (Pixabay)
Ilustrasi Hujan. (Pixabay)

Hitekno.com - Musim penghujan telah tiba, dan turun di sebagain besar wilayah. Namun Tahukah kamu bagaimana proses terjadinya hujan hingga membahasi permukaan tanah?

Jika kamu belum mengetahuinya, artikel ini akan menjelaskan proses terjadinya hujan dengan lengkap.

Hujan merupakan salah satu hal yang ditunggu oleh petani. Petani dapat memanfaatkan air hujan untuk tetap menjaga kesuburan tanah. Sehingga tumbuhan yang ditanamnya tidak tandus dan menghindari gagal panen. Tumbuhan membutuhkan air untuk tumbuh dan berkembang.

Tidak hanya petani, hujan juga berperan penting bagi setiap makhluk hidup. Hujan menjadi salah satu sumber persediaan air minum dan bermanfaat bagi kelangsungan hidup manusia.

Indonesia yang beriklim tropis membuat hujan turun setiap tahunnya. Makanya ada musim penghujan yang berlangsung antara bulan Oktober hingga bulan Maret.

Pengertian hujan sebenarnya adalah air yang jatuh dari langit yang berasal dari awan yang telah terisi penuh dengan embun. Hujan sering kali turun diiringi oleh petir yang menyambar di langit.

Sebelum hujan turun, langit akan terlihat gelap dan mendung. Setelah hujan turun, langit akan menjadi cerah kembali. Lalu bagaimana proses terjadinya hujan?

Ilustrasi Hujan. (Pixabay/Pexels)
Ilustrasi Hujan. (Pixabay/Pexels)

 

Simak penjelasan proses terjadinya hujan berikut ini.

Tahapan Proses Terjadinya Hujan

Proses terjadinya hujan ini dimulai dari sinar matahari yang panas sehingga air yang ada pada laut, sungai, genangan air maupun sumber air lainnya mengalami penguapan. Hal ini merupakan tahapan proses evaporasi.

Setelah melalui proses evaporasi atau penguapan, air kemudian akan mengalami proses kondensasi yaitu uap air kemudian berubah menjadi embun. Uap air mengembun diakibatkan di sekitar uap air lebih rendah daripada titik embun air.

Suhu udara yang tinggi membuat titik embun semakin banyak dan memadat dan membentuk awan. Proses ini juga disebut sebagai proses kondensasi.

Dengan adanya perbedaan tekanan udara di langit menyebabkan pergerakan udara atau angin membawa butiran air menuju tempat dengan suhu yang rendah. Awan yang mengandung banyak air itu lalu berkumpul dan bergabung menjadi awan besar yang gelap dan langit menjadi mendung. Proses ini juga disebut sebagai proses koalensi.

Awan yang bergabung menjadi awan yang gelap akan mengalami hujan. Tetesan air hujan jatuh ke tanah dan ada juga butiran air yang kembali ke awan.

Air hujan memiliki diameter 0,5 milimeter atau 0,02 inci dan bisa menjadi kecil saat hujan gerimis. Kadang kala hujan berbentuk serpihan salju namun meleleh saat melewati atmosfer.

Itulah proses terjadinya hujan dari tahapan evaporasi hingga air jatuh hingga membasahi tanah. (Suara.com/ Muhammad Zuhdi Hidayat).

Terkait

Terkini