Senin, 25 Januari 2021

Pugar Kuil Mesir Kuno, Ilmuwan Temukan Rasi Bintang Misterius

Tim ahli juga menemukan prasasti tentang rasi bintang yang sebelumnya tidak diketahui.

Agung Pratnyawan
cloud_download Baca offline
Ilustrasi Mesir. (pixabay/Nadine Doerle)
Ilustrasi Mesir. (pixabay/Nadine Doerle)

Hitekno.com - Para ilmuwan dari Mesir dan Jerman telah mendapati berbagai nama rasi bintang misterius yang ditemukan ketika pemulihan kuil Mesir kuno.

Disebutkan saat para pekerja di Mesir tengah membersihkan kuil kuno yang dipenuhi jelaga dan kotoran, mereka menemukan ukiran misterius.

Menariknya, ukiran original merupakan lukisah dan hieroglif di bawahnya yang tampak baru.

"Itu seperti baru dicat kemarin. Tapi kami tidak mengecat ulang apa pun, kami hanya menghilangkan jelaga," kata Christian Leitz, profesor Egyptology di University of Tubingen, seperti dikutip Live Science, Senin (30/11/2020).

Selama restorasi, para ilmuwan membersihkan ukiran kuno menggambarkan rasi bintang, termasuk Biduk yang dikenal sebagai Mesekhtiu dan Orion, dikenal sebagai Sah.

Penemuan rasi bintang misterius di Mesir Kuno,[UCLA Encyclopedia of Egyptology]
Penemuan rasi bintang misterius di Mesir Kuno,[UCLA Encyclopedia of Egyptology]

 

Tim ahli juga menemukan prasasti tentang rasi bintang yang sebelumnya tidak diketahui, disebut Apedu n Ra atau angsa Ra, yang merupakan dewa Matahari Mesir kuno.

Namun menurut Leitz, tanpa gambar untuk menyertai deskripsi ini, tidak ada cara untuk mengetahui bintang mana di langit malam yang dimaksudkan.

"Ketika orang Mesir kuno menghiasi kuil, pertama-tama mereka akan menggambar desain dengan tinta hitam, kemudian meminta seseorang pengrajin mengukir relief dan meminta pelukis untuk mengecat relief tersebut. Konstruksi dan dekorasi kuil mencakup desain astronomi di langit-langit," tambah Leitz.

Pada langit-langit kuil, banyak prasasti yang digambar dengan tinta, tetapi tidak diukir atau dilukis.

"Itu sebelumnya tidak terdeteksi karena tertutup jelaga dan sekarang terekspos sepotong demi sepotong," ucap Leitz.

Proyek yang dimulai pada 2018 ini merupakan kolaborasi, antara Institute for Ancient Near Eastern Studies (IANES) di University of Tubingen dan Kementerian Pariwisata dan Purbakala Mesir.

Itulah temuan para ilmuwan yang mendapati bergam nama rasi bintang misterius di sebuah kuil Mesir Kuno. (Suara.com/ Lintang Siltya Utami).

Terkait

Terkini