Sabtu, 24 Oktober 2020
Agung Pratnyawan : Minggu, 18 Oktober 2020 | 06:30 WIB

Hitekno.com - Pasokan oksigen sangatlah penting ketika berada di luar angkasa, bagi para astronot yng berada di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS). Sayangnya, sempat terjadi kegagalan di modulnya.

Beruntung kegagalan pasokan oksigen di modul segemen Rusia, para astronot di dalamnya tidak dalam kondisi bahaya.

Menurut juru bicara badan antariksa Rusia, Roscosmos, sistem suplai oksigen pada modul Zvezda di laboratorium orbital mengalami kegagalan pada Rabu malam (14/10/2020), tetapi sistem kedua di segmen Amerika beroperasi secara normal.

"Tidak ada yang mengancam keamanan awak dan ISS," kata juru bicara Roscosmos dan menambahkan bahwa pekerjaan perbaikan telah dilakukan pada Kamis.

Masalah muncul setelah tiga awak baru yang terdiri dari dua kosmonot Rusia dan seorang astronot Amerika mencapai ISS pada Rabu. Ini mengacu pada insiden terbaru di ISS setelah awak mendeteksi kebocoran udara di pesawat.

Stasiun luar angkasa. [Shutterstock]

 

Roscosmos menekankan pada saat itu bahwa kebocoran tidak signifikan dan tidak berbahaya. Tetapi sebagian dari masalah adalah mendeteksi dari mana asalnya.

Para kru yakin bahwa mereka telah menemukan sumber kebocoran. Juru bicara Roscosmos mengatakan mereka akan menerima instruksi yang tepat dari kontrol misi untuk melakukan pekerjaan di masa depan pada masalah tersebut.

Menurut laporan kantor berita RIA Novosti, kosmonot veteran Rusia Gennady Padalka mengatakan bahwa peralatan Rusia di ISS sudah harus diganti.

"Semua modul di segmen Rusia telah melewati tanggal penggunaannya," kata Padalka, seperti dikutip Science Alert pada Sabtu (17/10/2020).

Padalka menambahkan bahwa peralatan tersebut sebaiknya hanya digunakan selama 15 tahun, namun saat ini Rusia telah menggunakannya selama dua dekade.

Beruntung kegagalan pasokan oksigen ke modul Stasiun Luar Angkasa Internasional ini tidak sampai membahayakan para astronot. (Suara.com/ Lintang Siltya Utami).

BACA SELANJUTNYA

Menurut Ilmuwan, Radiasi Bulan 200 Kali Lebih Tinggi Dibanding Bumi