Minggu, 25 Oktober 2020
Agung Pratnyawan : Selasa, 06 Oktober 2020 | 06:00 WIB

Hitekno.com - Ilmuwan telah menemukan 27 peti mati berisi mumi yang masih tersegel. Diduga temuan ini berasal dari 2.500 tahun silam, atau pada masa Mesir kuno.

Sekarang, para ilmuwan dan arkeolog membuka salah satu peti mati yang dihias dan mengungkapkan sisa-sisa mumi yang dibungkus kain pemakaman bertuliskan hieroglif dalam warna-warna cerah.

Penemuan itu digali di pekuburan luas kawasan Saqqara, Mesir. Lokasinya sekitar 16 km di selatan Piramida Giza yang terkenal.

Daerah itu sendiri adalah bagian dari kota kuno Memphis, situs Warisan Dunia UNESCO, dan menjadi tuan rumah bagi kompleks Piramid Djoser.

Sejak penemuan 13 peti mati pertama diumumkan sekitar tiga minggu lalu, lebih banyak lagi peti mati yang ditemukan di lubang kedalaman hingga 12 m.

Sejumlah peti mati tambahan yang tidak diketahui mungkin masih terkubur di sana, menurut Menteri Pariwisata dan Barang Antik, Khaled al-Anani.

"Hari ini bukan akhir dari penemuan, saya anggap justru awal dari penemuan besar," kata Khaled al-Anani, seperti dikutip Science Alert pada Senin (5/10/2020).

Salah satu peti mati penuh hiasan berisikan mumi Mesir yang telah ditempatkan di museum. Sebagai ilustrasi [Shutterstock]

 

Ia menambahkan bahwa peti mati berasal dari Periode Akhir Mesir kuno dan penggalian di Saqqara dalam beberapa tahun terakhir telah menemukan banyak artefak. Termasuk satwa yang diawetkan, yaitu mumi ular, burung, kumbang, dan lainnya.

Puluhan patung juga ditemukan di daerah ini, termasuk patung perunggu yang menggambarkan Nefertem, dewa kuno bunga teratai.

Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa peti mati kemungkinan besar milik para pendeta, negawaran senior, dan tokoh terkemuka dalam masyarakat Mesir kuno dari dinasti ke-26.

Penemuan peti mati ini adalah pengumuman besar pertama sejak pandemi COVID-19 di Mesir. Situasi menyangkut kesehatan global itu sendiri berdampak pada penutupan museum dan situs arkeologi selama sekitar tiga bulan mulai akhir Maret.

Menurut keterangan Khaled al-Anani, semua peti mati akan dibawa ke Grand Egyptian Museum yang akan segera dibuka di dataran tinggi Giza.

Peti mati akan ditempatkan di seberang aula yang menampung 32 peti mati tersegel lainnya milik para pendeta dari dinasti ke-22 yang ditemukan tahun lalu di kota selatan Luxor.

Mesir berharap dengan penemuan arkeologi dalam beberapa tahun terakhir dan Grand Egyptian Museum tadi akan meningkatkan sektor pariwisatanya.

Negara itu telah berusaha untuk mempromosikan penemuan arkologi dalam upaya untuk menghidupkan kembali sektor pariwisatanya yang menurun akibat pembatasan perjalanan karena pandemi COVID-19.

Itulah hasil pembukaan peti mati berisikan Mumi  dari masa Mesir kuno oleh ilmuwan dan arkeolog. (Suara.com/ Lintang Siltya Utami).

BACA SELANJUTNYA

CEK FAKTA: Benarkah Ada Hukuman Masuk Peti Mati Bagi Yang Tak Pakai Masker?