Senin, 26 Oktober 2020
Agung Pratnyawan : Kamis, 01 Oktober 2020 | 06:00 WIB

Hitekno.com - Bulan masih menyimpan misteri yang belum terpecahkan. Banyak ilmuwan melakukan penelitian pada satelit alami Bumi tersebut. Termasuk dalam hal tingkat radiasi Bulan.

Eksplorasi luar angkasa memiliki banyak risiko bagi para astronot, salah satunya adalah paparan radiasi luar angkasa.

Di luar pelindung medan magnet Bumi, partikel dari Matahari dan seluruh galaksi merupakan bahaya serius bagi kesehatan manusia.

Dilaporkan Science Advances, para ilmuwan baru saja menghitung tingkat radiasi yang akan mengenai para astronot di Bulan.

Tim ahli memperkirakan bahwa dosis radiasi yang setara dialami astronot setiap hari adalah sekitar 1,3 miliSievert (unit yang mengukur dosis radiasi yang diterima dari sumber radioaktif).

Jumlah itu 2,6 kali lebih tinggi dari pengalaman astronot dan kosmonot di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS).

"Tingkat radiasi yang kami ukur di Bulan sekitar 200 kali lebih tinggi daripada di permukaan Bumi dan 5 hingga 10 kali lebih tinggi dibandingkan dalam penerbangan dari New York ke Frankfurt," kata Robert Wimmer-Schweingruber, penulis penelitian, seperti dikutip IFL Science pada Senin (28/9/2020).

Ilustrasi astronot di Bulan. [NASA]

 

Menurut Robert Wimmer-Schweingruber, mengingat para astronot akan terpapar pada tingkat radiasi ini lebih lama daripada penumpang atau pilot pada penerbangan Transatlantik, intensitas juga cukup besar.

Tingkat radiasi efektif dalam sehari sulit untuk dibayangkan, tetapi yang jelas lebih tinggi dari yang diteliti Environmental Protection Agency dalam rata-rata orang Amerika akan terpapar selama satu tahun.

Orang-orang yang secara khusus bekerja berhubungan dengan radiasi hanya diperbolehkan terpapar maksimum 50 miliSievert dalam satu tahun, dan seorang astronot di Bulan akan melewati ambang itu dalam 38 hari 12 jam.

Pengukuran informatif berasal dari eksperimen Lunar Lander Neutron dan Dosimetri di atas pendarat Chang'e 4 milik China, yang ditempatkan di sisi jauh Bulan.

Meskipun eksperimen ini bukanlah pengukuran radiasi pertama di Bulan, tetapi yang pertama mencapai tingkat presisi ini.

Temuan ini menimbulkan pertanyaan tentang keselamatan astronot. Radiasi luar angkasa adalah masalah yang terus-menerus diselidiki, terutama dalam hal perencanaan misi jangka panjang di luar angkasa seperti kembali ke Bulan atau perjalanan yang lebih jauh ke Mars.

Namun, secara keseluruhan mengunjungi Bulan seharusnya tidak terlalu berisiko. Tetapi jika benar-benar hidup secara permanen dan membangun pemukiman di Bulan, itu dapat memperpendek umur manusia.

Meski begitu, tim ahli menekankan bahwa pengukuan ini dikumpulkan selama periode minimum Matahari, sehingga pengukuran ini harus dianggap sebagai batas atas sinar kosmik galaksi.

Itulah pernyataan ilmuwan yang menyebut tingginya radiasi Bulan jauh melebihi yang ada di Bumi. (Suara.com/ Lintang Siltya Utami).

BACA SELANJUTNYA

Buaya Purba Enam Juta Tahun Silam Berenang dari Afrika ke Spanyol?