Rabu, 21 Oktober 2020
Dinar Surya Oktarini | Amelia Prisilia : Sabtu, 26 September 2020 | 07:30 WIB

Hitekno.com - Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat, NASA baru-baru ini menemukan benda luar angkasa yang memasuki orbit Bumi. Menimbulkan pertanyaan, apakah objek ini berbahaya bagi Bumi?

Dalam laporan NASA tersebut diungkap bahwa benda luar angkasa ini mendekati Bumi dalam jarak 27.000 mil atau sekitar 43,452 kilometer. Mengutip CNN, NASA mengakui bahwa belum bisa memastikan apakah objek ini akan jatuh ke Bumi atau tidak.

Melakukan penelitian mendalam mengenai benda luar angkasa ini, ilmuwan NASA menamakan benda ini sebagai Asteroid 2020 SO.

Penelitian awal menyebutkan bahwa benda luar angkasa ini merupakan roket pendorong yang sempat meluncur ke luar angkasa pada akhir tahun 1966 lalu.

Sebelumnya, pada 20 September 1966 peluncuran Surveyor 2 dilakukan dengan misi untuk melakukan pendaratan di Bulan. Sayangnya, misi ini justru gagal dan membuat pesawat tersebut jatuh.

Ilustrasi roket. (pixabay/skeeze)

 

Roket Centaur yang bertugas untuk mendorong pesawat ruang angkasa ini lalu jatuh melewati Bulan dan masuk ke orbit dekat Matahari. Sayangnya, sejak saat itu, pesawat tersebut lalu menghilang secara misterius.

Usai diterbangkan ke luar angkasa tahun 1966 lalu, ilmuwan percaya bahwa benda luar angkasa yang baru saja terdeteksi ini adalah pendorong roket tersebut.

Objek ini bergerak mengikuti orbit sekitar Matahari dan lalu mengarah ke Bumi. Melihat pola orbitnya, Paul Chodas selaku direktur Pusat Studi Objek Dekat Bumi, sangat kecil kemungkinan jika benda luar angkasa tersebut adalah asteroid.

Ilustrasi asteroid. (Pixabay)

 

Sejauh ini, para ilmuwan percaya bahwa benda luar angkasa tersebut akan memasuki orbit jauh di sekitar Bumi pada akhir November 2020 mendatang. Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, pengawasan terhadap benda ini terus dilakukan oleh ilmuwan NASA.

BACA SELANJUTNYA

Bersama SpaceX, NASA akan Luncurkan 4 Astronot ke ISS