Senin, 21 September 2020
Agung Pratnyawan | Amelia Prisilia : Selasa, 15 September 2020 | 06:30 WIB

Hitekno.com - Belum lama ini, sepasang suami istri penganut Bumi datar melakukan hal nekat dengan berlayar di tengah masa lockdown. Alih-alih menemukan bukti bahwa Bumi datar, pasangan ini justru nyasar hingga berakhir ditangkap oleh pihak berwajib.

Menurut rencana, sepasang suami istri penganut Bumi datar ini berencana untuk pergi ke Pelabuhan Sisilia di Termini Imerese. Keduanya melakukan pelayaran dengan tekad untuk menemukan ujung dunia sekaligus membuktikan kepercayaan mengenai Bumi datar.

Dilansir dari News Week, bukannya menemukan bukti mengenai Bumi datar, sepasang suami istri ini justru nyasar hingga harus ditahan oleh pihak berwajib saat akan keluar dari Italia.

Setelah ditelusuri, alasan penangkapan keduanya bukan karena kepercayaan akan teori konspirasi. Kedua penganut Bumi datar ini rupanya telah melanggar aturan lockdown yang berlaku di daerah tersebut akibat hantaman virus corona.

Saat ditangkap, pihak yang berwajib dibuat bingung dengan alasan keduanya yang mengaku melakukan pelayaran untuk menemukan ujung dunia. Pasangan ini menjelaskan harapannya untuk dapat sampai ke ujung dunia melalui Pelabuhan Sisilia di Termini Imerese.

Bumi. (NASA)

 

Kira-kira, perjalanan dari Pelabuhan Sisilia ini mencapai 1.574,2 kilometer melintasi Italia untuk kemudian sampai pada Lampedusa yang dipercaya merupakan ujung dunia.

Cukup nekat, pasangan penganut teori konspirasi ini rela melakukan segala cara untuk mencapai puncak dunia. Hal yang dilakukan adalah dengan menjual mobil dan membeli kapal demi misinya tersebut.

Perjalanan ini awalnya aman sampai keduanya merasa kelelahan hingga kehausan, pasangan ini lalu tersesat di sebuah Pulau Ustica yang terletak 74,08 kilometer di barat laut Palermo.

Bumi. (instagram/astro_christina)

 

Pasangan penganut Bumi datar ini terbilang unik. Pasalnya, walaupun tidak percaya akan bentuk Bumi yang bulat. keduanya justru berlayar dengan menggunakan kompas sebagai pedoman.

Seperti yang diketahui, kompas bekerja berdasarkan magnet terrestrial yang menganut prinsip yang tidak sependapat dengan kepercayaan penganut Bumi datar.

Hingga kini, pasangan penganut Bumi datar ini harus diperiksa secara mendalam usai apa yang telah keduanya lakukan untuk membuktikan mengenai kepercayaan yang dianut tersebut.

BACA SELANJUTNYA

PBB Sebut 190 Negara Tak Berhasil Penuhi Target Selamatkan Bumi