Sabtu, 24 Oktober 2020
Agung Pratnyawan | Rezza Dwi Rachmanta : Selasa, 08 September 2020 | 06:00 WIB

Hitekno.com - Para peneliti baru saja menemukan pembunuh sel kanker payudara jenis tertentu yang tidak disangka sebelumnya. Berdasarkan studi terbaru, ilmuwan mengklaim bahwa racun lebah madu efektif membunuh sel kanker payudara tipe tertentu.

Penelitian mengenai racun lebah madu yang dapat membunuh sel kanker ini telah diterbitkan di jurnal Nature Precision Oncology.

Racun lebah madu tersebut ditemukan dapat membunuh sel kanker di mana mereka meninggalkan sel normal yang relatif tidak terluka secara in vitro pada model tikus.

Yang lebih mengesankan, ketika bahan aktif (senyawa yang disebut melittin) diisolasi dan diberikan bersama dengan obat kemoterapi pada model tikus, kombinasi tersebut sangat efektif dalam menekan pertumbuhan kanker.

Tim ilmuwan percaya bahwa temuan itu sangat penting untuk memerangi jenis kanker payudara yang terkenal agresif.

Ilustrasi kanker payudara. (Pixabay/ sandramu)

 

Racun lebah madu ini sangat berhasil secara selektif menargetkan sel kanker positif HER2, suatu entuk kanker payudara yang memiliki tingkat faktor pertumbuhan epidermal manusia 2 (HER2) yang tinggi.

Kanker payudara positif HER2 tidak merespons obat yang tersedia yang menargetkan HER2, tetapi sangat agresif dan tumbuh dengan cepat.

Menggunakan racun dari 312 lebah madu dan lebah di Perth Australia Barat, Irlandia dan Inggris

Dr. Ciara Duffy dari Harry Perkins Institute of Medical Research dan ilmuwan lainnya menggunakan racun dari 312 lebah madu dan lebah yang tersebar di Perth Australia Barat, Irlandia dan Inggris.

Hasilnya, racun lebah madu dengan cepat dapat menghancurkan kanker payudara triple-negatif dan sel kanker payudara HER2.

Ilustrasi lebah madu. (Pixabay/ PollyDot)

 

"Tidak ada penelitian sebelumnya yang membandingkan efek racun lebah madu atau melittin pada semua subtipe berbeda dari kanker payudara dan sel normal. Kami menemukan keduanya (racun lebah madu dan melittin) secara signifikan, selektif dan cepat mengurangi viabilitas kanker payudara triple-negatif dan sel kanker payudara HER2," kata Dr. Ciara Duffy pada rilis resminya.

Dikutip dari IFLScience, tim yakin penggunaan produk lebah madu, yang disebut "apitherapy", berpotensi untuk memengaruhi aspek ekonomi penelitian kanker secara global.

Penelitian ini masih sangat awal dan memerlukan lebih banyak pengujian sebelum diterapkan dalam terapi.

Namun ilmuwan meyakini bahwa racun lebah madu bisa ikut dikombinasikan pada kemoterapi masa depan mengingat (berdasarkan penelitian ini), mereka dapat secara efektif membunuh sel kanker payudara jenis tertentu.

BACA SELANJUTNYA

Ilmuwan Peringatkan Potensi Mega Tsunami, Ini Penyebabnya