Minggu, 27 September 2020
Agung Pratnyawan | Rezza Dwi Rachmanta : Minggu, 06 September 2020 | 21:00 WIB

Hitekno.com - Jika dilihat dari wajahnya, hewan ini mungkin merupakan reptil "paling ramah" di dunia. Dijuluki sebagai smiley-faced turtle atau penyu berwajah tersenyum, penyu beratap Burma (Batagur trivittata) diharapkan oleh ilmuwan dapat bangkit dari jurang kepunahan.

Mengingat jumlahnya yang cukup sedikit di alam liar, IUCN Red List mengklasifikasikan Batagur trivittata sebagai Critically Endangered atau Sangat Terancam Punah.

Menyusul proyek konservasi besar-besaran di daerah asal penyu Myanmar, para peneliti sekarang dapat memastikan bahwa populasi penyu di penangkaran dengan cepat mendekati 1.000 ekor.

Itu berarti secara perlahan spesies tersebut mulai bangkit dari jurang kepunahan.

Sebelumnya, ilmuwan sangat takut bahwa smiley-faced turtle atau penyu berwajah tersenyum mendekati kepunahan karena banyak dijualbelikan di pasar satwa liar China.

Batagur trivittata atau penyu berwajah tersenyum. ( Wildlife Conservation Society/ Myo Min Win)

 

Bahkan sebagian di antaranya juga beredar di kolektor penyu Amerika Serikat.

Wildlife Conservation Society (WCS) dan Turtle Survival Alliance telah merilis serangkaian foto yang memperlihatkan penyu beratap Burma yang baru menetas.

Fasilitas penangkaran di Desa Limpha, Sagaing, Myanmar sukses membuat banyak penyu beratap Burma (Burmese roofed turtle) berkembang biak dengan baik.

Deskripsi lengkap mengenai Batagur trivittata dan penelitiannya telah diterbitkan di jurnal Zootaxa.

Sama seperti namanya, hewan ini memiliki mulut "tersenyum" yang khas, mata membelalak, dan moncongnya yang menjulur ke atas. Betina dari spesies ini memiliki warna yang lebih redup dan jauh lebih besar daripada jantan.

Sementara jantan yang lebih kecil berwarna terang, terutama selama musim kawin ketika mereka dapat memamerkan beberapa warna biru kehijauan dan kuning cerah.

Dikutip dari IFLScience, penyu wajah tersenyum pernah melimpah di sungai-sungai beraliran tenang Myanmar.

Batagur trivittata atau penyu berwajah tersenyum saat menetas. ( Wildlife Conservation Society/ Myo Min Win)

 

Namun penyu herbivora ini berkurang sangat drastis akibar perburuan liar dan eksploitasi telur berlebihan.

Meskipun spesies ini memiliki ratusan tukik dalam beberapa tahun terakhir, semuanya lahir di penangkaran sebagai bagian dari program pemulihan oleh konservasionis dan ilmuwan.

Diperkirakan hanya ada lima atau enam betina tersisa di alam liar dan mungkin hanya dua jantan. Setelah dibesarkan di penangkaran, beberapa penyu wajah tersenyum akan dilepasliarkan untuk menambah jumlah mereka di alam liar.

Di luar spesies tunggal ini, penyu (turtle) dan kura-kura (tortoise) berada dalam masalah besar.

Dari 360 spesies penyu dan kura-kura yang saat ini dikenali, lebih dari setengahnya dianggap “terancam punah”.

Kabar mengenai penyu wajah tersenyum yang jumlahnya mulai membaik diharapkan dapat menekan laju mereka dan menjauhi jurang kepunahan.

BACA SELANJUTNYA

Teliti 35 Fosil Mastodon, Ilmuwan Temukan Migrasi Epik Hewan Purba