Sabtu, 19 September 2020
Agung Pratnyawan | Rezza Dwi Rachmanta : Sabtu, 29 Agustus 2020 | 06:30 WIB

Hitekno.com - Peneliti dari Harvard’s Wyss Institute dan Sony bekerja sama dalam mengembangkan robot bedah mini. Robot ini terinspirasi dari origami dan memiliki berat yang sangat ringan.

Bahkan ilmuwan mengklaim berat robot mini ini hampir sama seperti koin satu sen.

Sama seperti namanya, ukuran robot bedah hanya sebesar bola tenis.

Anggota asosiasi fakultas Wyss, Robert Wood dan insinyur Sony, Hiroyuki Suzuki, membangun mini-RCM menggunakan teknik manufaktur yang dikembangkan di laboratorium Wood.

Bahan yang ada dilapisi di atas bahan satu sama lain lalu dipotong dengan laser serta disusun sedemikian rupa sehingga menyerupai bentuk 3D (mirip buku pop-up anak-anak).

Robot bedah mini buatan ilmuwan dari Harvard dan Sony. (YouTube/ Wyss Institute)

 

Tiga aktuator linier mengontrol gerakan mini-RCM dalam berbagai arah.

Dalam tes penelusuran mikroskopis, para peneliti menemukan bahwa mini-RCM 68 persen lebih akurat daripada alat yang dikendalikan tangan.

Robot juga berhasil menyelesaikan versi tiruan dari prosedur yang tepat di mana seorang ahli bedah memasukkan jarum melalui mata untuk "menyuntikkan terapi ke pembuluh darah kecil di bagian belakang bola mata."

Dilansir dari Engadget, mini-RCM mampu melubangi tabung silikon yang mereplikasi vena retinal (yang kira-kira dua kali lebih tebal dari rambut) tanpa menyebabkan kerusakan.

Robot ini masih dalam proses pengembangan dan butuh waktu untuk digunakan dalam industri sebenarnya.

Dibandingkan robot bedah lainnya, mini-RCM memiliki keunggulan berkat ukuran kecilnya.

Ukuran mini dan berat yang ringan membuat robot mudah dipasang pada ruangan operasi jika dibandingkan robot lainnya.

Sebagai informasi, kadang-kadang ukuran robot bedah bahkan bisa memenuhi ruangan.

Para peneliti menjelaskan lebih mudah untuk mengeluarkan robot bedah dari tubuh pasien jika ada komplikasi selama prosedur operasi.

BACA SELANJUTNYA

Penuh Kontroversi, Artefak Kuno di Jerman Ini Diragukan Kebenarannya