Sabtu, 19 September 2020
Agung Pratnyawan | Amelia Prisilia : Jum'at, 28 Agustus 2020 | 15:00 WIB

Hitekno.com - Para ilmuwan mengungkap hal menarik mengenai kiamat. Penyebab kiamat yang paling mungkin terjadi suatu hari nanti kemungkinan besar disebabkan oleh ledakan black dwarf supernova yang menakutkan.

Ledakan black dwarf supernova dipastikan akan menyebabkan kegelapan abadi di seisi alam semesta sebelum kemudian tenggelam ke dalam dormansi.

Black dwarf supernova merupakan fenomena yang menakjubkan sekaligus menakutkan karena belum pernah terjadi di alam semesta. Dipercaya jika ledakan akibat hal ini akan menjadi fenomena terakhir di alam semesta.

Melansir dari Live Science, ledakan akibat black dwarf supernova dapat menyebabkan kekosongan dengan suhu yang mendekati nol. Saat hal ini terjadi, kehidupan manusia dan hewan serta makhluk hidup tentu akan berakhir.

Kehidupan alam semesta didominasi kematian bintang yang memiliki massa masing-masing. Bintang dengan massa 10 kali meledak sebagai supernova dan menjadi lubang hitam.

Ilustrasi galaksi. (pexels/pixabay)

 

Sedangkan yang lebih kecil dan tidak menghasilkan unsur yang lebih berat melalui fusi nuklir di intinya akan mati menjadi sekam bintang padat kecil yang diketahui merupakan katai putih.

Katai putih yang hidup selama triliunan tahun akan meredup dan berubah menjadi benda beku tanpa cahaya yang selama ini dikenal sebagai katai hitam atau black dwarf.

Black dwarf supernova sendiri akan terjadi melalui proses kuantum yang dikenal sebagai fusi pycnonuclear. Pada tahap ini terjadi penerowongan kuantum yang memungkinkan inti atom lebih dekat satu sama lain.

Ilustrasi galaksi. (pexels/pixabay)

 

Diprediksi dapat menimbulkan dampak yang cukup besar hingga menjadi kiamat. Proses hingga terjadinya ledakan black dwarf supernova membutuhkan waktu yang cukup lama di masa mendatang.

Jika ledakan black dwarf supernova terjadi, nantinya tidak akan ada yang tersisa di alam semesta. Alam semesta yang hangat justru akan menjadi es yang dingin atau bahkan percikan api yang terlalu panas.

BACA SELANJUTNYA

Serangan Paus Pembunuh ke Kapal Meningkat, Ilmuwan Masih Kebingungan