Selasa, 20 Oktober 2020
Agung Pratnyawan : Jum'at, 21 Agustus 2020 | 08:30 WIB

Hitekno.com - Kapsul jepang yang membawa sampel asteroid telah bersiap untuk kembali ke Bumi. Pesawat luar angkasa Hayabusa 2 ini sebelumnya telah berhasil mengambil pecahan dari asteroid Ryugu.

Setekag sukses menjalankan misinya, kapsul tersebut bersiap untuk kembali ke Bumi dan diperkirakan bakal mendarat di sekitaran Australia

Badan Eksplorasi Dirgantara Jepang (JAXA) telah lama merencanakan untuk mendaratkan kapsul berisi sampel asteroid itu di padang pasir yang luas di Australia, tetapi pengumuman baru ini menandai persetujuan resmi negara tersebut.

"Saya senang telah memberikan tanda persetujuan bagi Hayabusa 2 untuk mendarat di Woomera Prohibited Area dan saya senang JAXA telah memilih bermitra dengan kami dalam pengembalian kapsul," kata Karen Andrews, Menteri Industri, Sains, dan Teknologi Australia, seperti dikutip Space.com, Kamis (20/8/2020).

Menurutnya, misi ini adalah prestasi ilmiah dan teknis yang sangat penting, sebagai sampel asteroid bawah permukaan pertama yang dikembalikan ke Bumi.

Selama berada di Ryugu, Hayabusa 2 mengumpulkan sampel dari permukaan batuan asteroid dan mengumpulkan beberapa materi bawah permukaannya.

Keragaman sampel mengindikasikan bahwa para ilmuwan akan dapat mempelajari lebih lanjut tentang interior Ryugu dan bagaimana interiornya merespons luar angkasa yang keras, seperti angin Matahari, aliran konstan partikel berenergi tinggi yang disebut plasma yang mengalir dari Matahari.

Ilustrasi Hayabusa 2 (Sumber: JAXA)

 

Tetapi, bahkan dengan pesawat luar angkasa yang canggih, para ilmuwan selalu dapat melakukan analisis lebih rinci di laboratorium di Bumi.

Oleh karena itu, perlu mendaratkan kapsul tersebut. Pendahulu Hayabusa 2, misi pengembalian sampel asteroid lain bernama Hayabusa yang mengunjungi batuan luar angkasa yang disebut Itokawa, juga mengembalikan sampelnya di Australia. Pendaratan akan dijadwalkan pada 6 Desember mendatang.

"Persetujuan untuk melakukan operasi masuk kembali dan pemulihan kapsul sampel Hayabusa 2 merupakan tonggak penting. Kami ingin mengucapkan terima kasih yang tulus atas dukungan pemerintah Australia serta berbagai organisasi di Australia atas kerja sama mereka," ucap Hiroshi Yamakawa, Presiden JAXA dalam sebuah pernyataan.

Namun, tidak seperti misi Hayabusa, pesawat luar angkasa Hayabusa 2 tidak akan kembali sepenuhnya. Misi kali ini hanya akan "menjatuhkan" kapsul sampel kembali ke Bumi karena JAXA berencana melakukan pengiriman misi lain, Hayabusa 2 mengunjungi asteroid kedua sekitar satu dekade dari sekarang.

Itulah rencana pendaratan Hayabusa 2, kapsul Jepang yang membawa sampel asteroid Ryugu untuk mendarat di Australia. (Suara.com/ Lintang Siltya Utami).

BACA SELANJUTNYA

Malam Ini, Asteroid Raksasa Melintasi Bumi