Minggu, 20 September 2020
Agung Pratnyawan | Amelia Prisilia : Jum'at, 14 Agustus 2020 | 17:30 WIB

Hitekno.com - Belum lama ini, netizen dibuat geger dengan unggahan seorang gadis yang berfoto di Pantai Selatan dengan menggunakan baju berwarna hijau. Menimbulkan pro dan kontra, berikut alasan ilmiah mengenai larangan pakai baju hijau di Pantai Selatan.

Unggahan gadis yang berfoto di Pantai Selatan tepatnya Pantai Watulumbung, Gunungkidul ini diunggah pertama kali oleh gadis dengan akun @berbijawa. Mengenakan baju berwarna hijau, gadis ini duduk di pinggir pantai.

Dalam thread panjang yang gadis ini unggah, dirinya mengaku melakukan pemotretan di Pantai Selatan dengan menggunakan baju berwarna hijau. Padahal sudah lama terdengar mengenai larangan memakai baju berwarna hijau di Pantai Selatan.

Dijelaskan gadis ini, fotonya yang mengenakan baju hijau nampak memiliki aura yang berbeda jika dibandingkan dengan fotonya dengan mengenakan baju berwarna kuning.

Menjadi viral di Twitter, cuitan ini lalu dikaitkan dengan hal mistis terkait Pantai Selatan. Terlepas dari mitos yang selama ini beredar mengenai Pantai Selatan, rupanya ada alasan ilmiah mengenai larangan pakai baju hijau di Pantai Selatan.

Ilustrasi arus Rip Current di Pantai Parangtritis. (HiTekno.com/Iqbal Arif)

 

Berdasarkan Jurnal Oseanografi tahun 2015 yang diterbitkan di E-Journal Universitas Diponogoro, maraknya kecelakaan dan korban di Pantai Selatan khususnya Pantai Parangtritis akibat adanya arus Rip Current.

Rip Current merupakan pergerakan massa air yang kembali ke laut. Arus ini biasanya bergerak dari pantai menuju laut dan terjadi dalam kapasitas yang beragam, dari kecil hingga besar. Arus ini yang lalu dapat menyeret orang ke tengah laut.

Rata-rata pantai-pantai di Selatan Jawa khususnya memiliki arus Rip Current dan terbagi dalam empat segmen. Hal ini yang lalu menyebabkan arus Pantai Selatan jauh lebih besar dibandingkan pantai lainnya.

Pantai Parangtritis. (HiTekno.com/Dinar Surya Oktarini)

 

Mengenai larangan menggunakan baju hijau, hal ini terkait dengan pertolongan saat terjadi kecelakaan di pantai. Warna laut pada dasarnya berwarna biru, namun karena pasir, karang, hingga rumput laut, warna laut lalu cenderung kehijauan.

Bagi tim SAR, saat terjadi kecelakaan di laut, akan sangat sulit menemukan korban yang mengenakan baju hijau karena terlihat samar-samar dan menyatu dengan warna air laut.

Walaupun sudah ada penjelasan ilmiah mengenai larangan pakai baju hijau di Pantai Selatan, mitos mengenai Ratu Pantai Selatan dan pantai yang telah banyak korban ini sudah lama menyebar dan dipercaya secara turun temurun.

BACA SELANJUTNYA

Nekat ke Pantai Selatan Pakai Baju Hijau, Netizen: Emak-emak Mah Bebas