Rabu, 23 September 2020
Agung Pratnyawan | Amelia Prisilia : Selasa, 11 Agustus 2020 | 15:16 WIB

Hitekno.com - Belum lama ini, dalam sebuah video yang viral di media sosial, warga Aceh dikejutkan dengan munculnya awan tsunami di langit Meulaboh pada Senin (10/8/2020) lalu. Sempat membuat geger, akhirnya BMKG angkat bicara terkait hal ini.

Mengutip Suara.com, penampakan awan tsunami tersebut terekam dalam video amatir yang diunggah ke media sosial. Dalam video tersebut nampak awan hitam menggulung di langit. Bagian atas awan tersebut nampak mirip ombak tsunami di lautan.

Kemunculan awan tsunami langsung saja membuat warga khawatir hingga berprasangka buruk alih-alih kemunculan awan tersebut adalah pertanda akan adanya bencana alam yang terjadi.

Sempat membuat khawatir, akhirnya BMKG angkat bicara dan menjelaskan bahwa awan tsunami yang muncul tersebut adalah awan Arcus. Walaupun terlihat mengerikan karena bentuknya, BMKG menghimbau masyarakat untuk tidak panik dengan fenomena tersebut.

Melansir dari Ownyourweather.com, awan Arcus biasanya jarang sekali terjadi. Awan ini punya bentuk horizontal memanjang yang nampak mirip dengan gelombang laut.

Ilustrasi awan. (Pixabay/ Free-Photos)

 

Awan Arcus ini masuk dalam jenis awan Cumulonimbus dan Cumulus. Terbentuknya awan ini karena hasil ketidakstabilan di atmosfer saat pertemuan massa udara yang lebih dingin dengan massa udara yang lebih hangat dan lembab.

Biasanya, awan Arcus terjadi karena adanya angin laut dalam skala yang luas dan mampu mendorong massa udara ke arah daratan. Pada umumnya, saat awan Arcus terjadi, akan ada angin kencang serta hujan lebat disertai kilat atau petir.

Punya tampilan yang begitu menakutkan, awan Arcus tidak perlu dikhawatirkan karena murni merupakan fenomena pembentukan awan yang terjadi karena kondisi dinamika atmosfer.

Ilustrasi awan. (Pixabay)

 

Lebih lanjut, fenomena ini sama sekali tidak berpengaruh pada fenomena-fenomena alam lainnya seperti gempa atau bahkan tsunami.

Walaupun diklaim tidak berbahaya, BMKG menghimbau agar masyarakat tetap waspada akan terjadinya potensi kondisi cuaca buruk yang terjadi akibat kedatangan awan Arcus atau awan tsunami ini.

BACA SELANJUTNYA

BMKG: Ini Klaster Zona Gempa Aktif di Agustus 2020