Jum'at, 25 September 2020
Agung Pratnyawan | Rezza Dwi Rachmanta : Senin, 10 Agustus 2020 | 18:00 WIB

Hitekno.com - Pada penelitian yang diterbitkan awal tahun 2020, awalnya ilmuwan meyakini bahwa mereka menemukan fosil dinosaurus terkecil di dunia. Namun berdasarkan penelitian terbaru, fosil tersebut bukanlah spesies dinosaurus seperti yang diduga sebelumnya.

Penelitian yang telah diterbitkan di jurnal Nature tampaknya telah ditarik kembali setelah ilmuwan memiliki sebuah hipotesa baru.

Sepertinya ilmuwan telah salah dalam mengidentifikasi fosil yang terjebak pada amber di Burma berusia 99 juta tahun,

Kembali ke periode Kapur Akhir, spesimen itu dikatakan sebagai dinosaurus terkecil dalam catatan fosil, dalam klaim yang menarik banyak perhatian media dan publik.

Ilmuwan bahkan menjulukinya sebagai "fosil teraneh" yang pernah mereka lihat.

CT Scan dari tengkorak Oculudentavis khaungraae. (Jurnal Nature/ Lida Xing)

 

"Dengan mata bulat, tengkorak sepanjang 14 milimeter, dan lusinan gigi tajam, itu adalah 'fosil teraneh' yang pernah saya pelajari," kata Jingmai O'Connor, seorang peneliti dari Institute of Vertebrate Paleontology and Paleoanthropology di Beijing, China, dalam siaran persnya.

Fosil itu diidentifikasi sebagai burung kecil dengan berat hanya 2 gram, dan diberi nama Oculudentavis khaungraae.

Penafsiran ini, bagaimanapun, pada penelitian terbaru tampaknya salah.

CT Scan lebih lengkap dari tengkorak Oculudentavis khaungraae. (Jurnal Nature/ Lida Xing)

 

Fosil yang dinamai HPG-15-3, kemungkinan adalah kadal, dan bukan dinosaurus burung.

Penelitian mereka yang mengklaim bahwa itu adalah dinosaurus burung berukuran kecil telah ditarik kembali dari jurnal Nature dan diganti dengan penelitian terbaru.

"Kami, para penulis, mencabut artikel ini untuk mencegah informasi yang tidak akurat tetap ada dalam literatur. Meskipun deskripsi Oculudentavis khaungraae tetap akurat, spesimen baru yang belum diterbitkan meragukan hipotesis kami mengenai posisi filogenetik [dalam pohon evolusi] HPG-15-3. Kami salah, dan Oculudentavis bukanlah burung, melainkan kadal, yang akan ditunjukkan oleh waktu dan data baru," kata O'Connor dalam penjelasan tambahan.

Fosil kadal yang awalnya dikira dinosaurus burung oleh ilmuwan. (YouTube/ Nature Video)

 

Dikutip dari Gizmodo, ahli palaentologi lain bernama Andrea Cau dari Parma, Italia, juga meragukan klasifikasi aslinya.

"Karena begitu banyak fitur spesimen yang mirip kadal (sekitar sepuluh, menurut perkiraannya). Gagasan bahwa itu adalah kadal tidak dapat dikesampingkan," kata Cau.

Ia mengaku tak terkejut dengan penarikan penelitian sebelumnya dan mencatat bahwa klasifikasi ulang sangat penting untuk dilakukan.

Meski begitu, sangat tidak biasa bagi ahli paleontologi untuk salah mengidentifikasi spesimen dan data baru serta memperbaiki hipotesis sebelumnya.

Berdasarkan penelitian anyar, beberapa ilmuwan sepakat bahwa itu bukanlah spesies dinosaurus burung kecil, melainkan lebih mirip seperti kadal.

BACA SELANJUTNYA

Seukuran Babi, Hewan Purba Ini Alami Hibernasi Paling Awal