Rabu, 28 Oktober 2020
Agung Pratnyawan | Rezza Dwi Rachmanta : Senin, 27 Juli 2020 | 06:30 WIB

Hitekno.com - Berdasarkan penelitian terbaru, ilmuwan menemukan cara terkait bagaimana manusia dapat "mengontrol mimpi" mereka. Hal tersebut diklaim dapat berguna terutama bagi sebagian orang yang sering mengalami mimpi buruk pada saat pandemi.

Mimpi yang dimaksud oleh ilmuwan merupakan lucid dreaming.

Jika diartikan, lucid dreaming bermakna sebagai "mimpi sadar" atau "mimpi jernih".

Lucid dreaming merupakan sebuah kondisi di mana si pemimpi menyadari bahwa mereka sedang bermimpi dan dapat mengendalikan pengalamannya.

Pada tahun 2018, Dr. Denholm Aspy dari University of Adelaide melakukan sebuah studi yang membandingkan beberapa teknik untuk menginduksi mimpi jernih.

Ilustrasi wanita tertidur dan bermimpi. (Pixabay/ Enrique Meseguer)

 

Aspy menemukan bahwa mereka yang menggunakan metode Mnemonic Induction of Lucid Dreams (MILD) memiliki mimpi yang jernih pada 17 persen malam ketika pertama kali berlatih. Ini adalah metode terbaik yang diukur tanpa bantuan suplemen.

Berdasarkan penelitian sebelumnya, suplemen yang divalidasi adalah obat Alzheimer, galantamine dan B6.

Sebuah studi baru, Aspy secara acak mengalokasikan 355 sukarelawan untuk mencoba lima teknik atau kombinasi berbeda, termasuk Senses Initiated Lucid Dream (SSILD).

Itu adalah metode baru yang melibatkan bangun setelah lima jam dan memfokuskan perhatian secara intensif selama 20 detik sebelum kembali tidur.

Penelitian terbaru mengungkapkan bahwa metode SSILD memiliki hasil yang sama efektif dengan sampel yang lebih besar.

Ilustrasi mimpi. (Pixabay/ Enrique Meseguer)

 

Teknik hibrida yang menggabungkan MILD dan SSILD menginduksi jumlah mimpi yang sama baik secara individual.

"Salah satu aplikasi dari lucid dreaming adalah memberikan cara untuk memiliki pengalaman yang jelas, hidup dan memuaskan saat bermimpi di mana itu tidak mungkin dilakukan oleh beberapa orang ketika mereka terjaga," kata Dr. Denholm Aspy pada pernyataan resminya.

Dikutip dari IFLScience, ilmuwan ini juga menyoroti bahwa pandemi COVID-19 memicu mimpi yang lebih intens termasuk serbuan mimpi buruk.

"Beberapa mimpi buruk tentang rumah sakit atau tenatng orang yang kita cintai jatuh sakit, sementara mimpi yang lain lebih simbolis. Belajar untuk mimpi jernih membantu orang-orang yang sering mengalami mimpi buruk di mana mereka bisa membangunkan diri mereka sendiri ketika segala sesuatunya berubah," kata Dr. Denholm Aspy menambahkan.

Ilustrasi mimpi buruk. (Pixabay/ Stefan Keller)

 

Beberapa teknik induksi mimpi sadar atau lucid dreaming termasuk:

  1. Tes Realitas: Anda harus memeriksa lingkungan sekitar beberapa kali untuk melihat apakah Anda sedang bermimpi atau tidak.
  2. Wake Back to Bed (WBTB): bangun setelah lima jam, tetap terjaga untuk waktu yang singkat, kemudian kembali tidur untuk memasuki periode tidur REM, di mana mimpi lebih mungkin terjadi.
  3. Mnemonic Induction of Lucid Dreams (MILD): Teknik ini mengharuskan Anda bangun setelah lima jam tidur dan kemudian mengembangkan niat untuk mengingat bahwa Anda bermimpi sebelum kembali tidur, dengan mengulangi kalimat: "Lain kali aku bermimpi, aku akan ingat bahwa saya sedang bermimpi". Anda juga membayangkan diri Anda dalam mimpi yang jelas.
  4. Senses Initiated Lucid Dream (SSILD): melibatkan bangun setelah lima jam tidur dan kemudian berulang kali memfokuskan perhatian Anda pada sensasi visual, pendengaran, dan fisik selama 20 detik masing-masing sebelum kembali tidur. Teknik ini mirip dengan meditasi mindfulness tetapi melibatkan berulang kali pengubahan fokus Anda.
  5. Teknik hibrida menggabungkan unsur-unsur MILD dan SSILD: seperti teknik SSILD, melibatkan berulang kali memusatkan perhatian pada sensasi visual, dan fisik. Peserta juga mengulangi ungkapan: "Lain kali aku bermimpi, aku akan ingat bahwa aku sedang bermimpi" setiap kali mereka mengubah kesadaran mereka.

Itulah tadi penjelasan ilmuwan mengenai "cara mengontrol mimpi" melalui lucid dreaming agar kita bisa tertolong saat mimpi buruk, tertarik mempraktikkannya?

BACA SELANJUTNYA

Tips Dapatkan Jodoh Secara Ilmiah, Ternyata Bukan Fokus pada Orangnya