Jum'at, 14 Agustus 2020
Agung Pratnyawan : Minggu, 19 Juli 2020 | 16:43 WIB

Hitekno.com - Komet C/2020 F3 atau NEOWISE, merupakan komet langka yang tidak bisa kamu saksikan lagi. Menariknya, Komet NEOWISE akan melintasi dan terlihat dari Indonesia. 

Dinamakan komet NEOWISE, karena pertama kali ditemukan melalui teleskop luar angkasa Near-Earth Object Wide-field Infrared Survey Explorer (NEOWISE) pada 27 Maret 2020.

Pada tanggal 3 Juli 2020 pukul 23.20 WIB, Komet NEOWISE berada pada titik terdekat dengan matahari. Namun, komet ini baru bisa dilihat dengan mata telanjang di Indonesia pada tanggal 19-23 Juli 2020 setelah matahari terbenam.

Meskipun terilhat secara kasat mata, komet ini akan semakin sulit dilihat di daerah yang memiliki polusi cahaya tinggi. 

Agar lebih jelas melihatnya, kamu bisa menggunakan alat bantu pengamatan seperti kamera digital dengan kepekaan cahaya yang tinggi, binokular, dan teleskop. Dan tentunya tidak ada objek yang menghalangi horizon di arah barat laut.

Fenomena yang langka ini butuh sekitar 6.800 tahun lagi untuk bisa kembali mendekati orbit Bumi.

(Foto sebagai ilustrasi). Antrian masyarakat yang ingin mencoba teleskop Handmade Mahasiswa UMS .(Suara.com/Dimas Angga P)

Berada di titik terdekat dengan bumi pada 23 Juli 2020 pukul 09.41 WIB, berikut 9 daerah yang bisa melihat Komet NEOWISE ini dengan jelas.

1. Padang

  • 19 Juli pukul 19.17-19.23
  • 20 Juli pukul 19.17-19.41
  • 21 Juli pukul 19.17-19.58
  • 22 Juli pukul 19.17-20.14
  • 23 Juli pukul 19.17-20.30
  • 24 Juli pukul 19.16-20.44
  • 25 Juli pukul 19.16-20.57

2. Pasuruan

  • 21 Juli pukul 18.16-18.35
  • 22 Juli pukul 18.17-18.53
  • 23 Juli pukul 18.17-20.30
  • 24 Juli pukul 18.17-20.44
  • 25 Juli pukul 18.17-20.57

3. Bandung, Sumedang, dan Garut

  • 20 Juli pukul 18.38-18.41
  • 21 Juli pukul 18.38-18.59
  • 22 Juli pukul 18.38-19.17
  • 23 Juli pukul 18.38-19.34
  • 24 Juli pukul 18.38-19.50
  • 25 Juli pukul 18.38-20.04

4. Pasuruan

  • 21 Juli pukul 18.16-18.35
  • 22 Juli pukul 18.17-18.53
  • 23 Juli pukul 18.17-19.10
  • 24 Juli pukul 18.17-19.26
  • 25 Juli pukul 18.17-19.41

5. Pontianak

  • 19 Juli pukul 18.41-18.48
  • 20 Juli pukul 18.41-19.05
  • 21 Juli pukul 18.41-19.22
  • 22 Juli pukul 18.41-19.39
  • 23 Juli pukul 18.41-19.54
  • 24 Juli pukul 18.41-20.08
  • 25 Juli pukul 18.41-20.21

6. Pare-pare

  • 20 Juli pukul 18.54-19.04
  • 21 Juli pukul 18.54-19.25
  • 22 Juli pukul 18.54-19.42
  • 23 Juli pukul 18.54-19.57
  • 24 Juli pukul 18.54-20.12
  • 25 Juli pukul 18.54-20.26

7. Tomohon

  • 19 Juli pukul 18.41-18.51
  • 20 Juli pukul 18.41-19.08
  • 21 Juli pukul 18.41-19.25
  • 22 Juli pukul 18.41-19.42
  • 23 Juli pukul 18.41-19.56
  • 24 Juli pukul 18.41-20.11
  • 25 Juli pukul 18.41-20.23

8. Tilong

  • 21 Juli pukul 18.29-18.39
  • 22 Juli pukul 18.29-18.57
  • 23 Juli pukul 18.29-19.14
  • 24 Juli pukul 18.29-19.31
  • 25 Juli pukul 18.29-19.47

9. Biak

  • 19 Juli pukul 18.53-18.54
  • 20 Juli pukul 18.53-19.11
  • 21 Juli pukul 18.53-19.29
  • 22 Juli pukul 18.53-19.45
  • 23 Juli pukul 18.53-20.21
  • 24 Juli pukul 18.53-20.16
  • 25 Juli pukul 18.53-20.21

Tips untuk mengamati Komet NEOWISE

Ilustrasi komet. [Shutterstock]

Melansir dari LAPAN RI, berikut delapan tips untuk mengamati Komet NEOWISE ini:

  1. Pilih lokasi pengamatan yang arah Barat Laut bebas obstruksi
  2. Bebas dari polusi cahaya dan perhatikan jendela pengamatan
  3. Jangan gunakan instrumen dengan medan pandang sempit
  4. Jika objek sangat redup, gunakan perangkat yang memiliki fitur go-to dan tracking/guiding-nya bagus
  5. Ambil shutter speed yang panjang, tetapi jangan terlalu panjang
  6. Jika komet redup, ambil citra yang sama berulang kali dan ambil citra kalibrasi (bias, dark, flat) lalu tumpuk (stack).
  7. Timing sangat penting.
  8. Untuk pengambilan Non-tracking (menghindari trail), gunakan kamera biasa dan tripod. Atur Shutter speed 500/focal length (mm). Atur crop sensor Canon 1.6 dan Nikon 1.5.

Jangan sampai terlewatkan melihat Komet NEOWISE ini. Karena baru akan melintas kembali 6.800 tahun mendatang. (Suara.com/ Hani).

BACA SELANJUTNYA

Observatorium Itera Lampung Berhasil Potret Komet Swan, Ini Penampakannya