Jum'at, 14 Agustus 2020
Agung Pratnyawan : Selasa, 07 Juli 2020 | 17:15 WIB

Hitekno.com - Temuan baru ilmuwan, medan magnet Bumi telah mengalami pergeseran 10 kali lipat dari perkiraan. Hal ini penjadi perhatian sejumlah topik penelitian baru yang sedang marak.

Medan magnet Bumi tercipta oleh gerakan besi cair di inti luar planet, tetapi selalu menjadi topik yang membuat para ilmuwan bingung karena masih sedikit yang diketahui. 

Serangkaian simulasi baru yang dilaporkan penelitian itu telah diterbitkan dalam jurnal Nature Communication. Secara khusus, perubahan cepat ini mungkin terjadi ketika medan berada pada titik terlemah, seperti saat pembalikan kutub, di mana posisi kutub berubah secara drastis tetapi hanya untuk beberapa ribu tahun sebelum akhirnya kembali.

Simulasi yang dilakukan para ahli mencakup 100.000 tahun terakhir dan mencoba mereproduksi temuan geologis yang berkaitan dengan pembalikan kuno. Para ilmuwan menemukan perubahan arah bidang terjadi dalam kecepatan hingga 10 kali lebih cepat, daripada variasi tercepat yang dilaporkan saat ini hingga satu derajat per tahun.

Model menemukan penyebab perubahan ini berada di permukaan inti, 2.800 kilometer di bawah permukaan.

Ilustasi medan magnet Bumi. [Shutterstock]

 

"Pengetahuan yang kami miliki tentang medan magnet sebelum 400 tahun yang lalu sangat tidak lengkap. Karena perubahan cepat mewakili beberapa perilaku yang lebih ekstrem dari inti cair, itu dapat memberikan informasi penting tentang perilaku interior Bumi yang dalam," ucap Dr Chris Davies, penulis penelitian dari University of Leeds, seperti dikutip dari IFL Science, Selasa (7/7/2020).

Evolusi medan magnet dapat meninggalkan jejak pada batuan tertentu. Para ilmuwan telah menggunakan catatan geologis ini untuk melacak perubahan medan magnet, selama ribuan tahun dan mereka percaya bahwa bukti pembalikan yang drastis ini bisa terjadi pada batuan di garis lintang rendah.

"Memahami apakah simulasi komputer dari medan magnet secara akurat mencerminkan perilaku fisik medan geomagnetik seperti yang disimpulkan dari catatan geologis bisa sangat menantang. Tetapi dalam kasus ini, kami mampu menunjukkan kesepakatan yang sangat baik dalam tingkat perubahan dan lokasi umum dari peristiwa ekstrem di berbagai simulasi komputer," kata profesor Catherine Constable, salah satu rekan penulis.

Menurut profesor Constable, penelitian lebih lanjut tentang dinamika yang berkembang dalam simulasi ini menawarkan strategi yang berguna untuk mendokumentasikan bagaimana perubahan cepat terjadi dan apakah perubahan itu juga ditemukan selama masa polaritas magnetik yang stabil.

Itulah temuan baru ilmuwan yang mendapati perubahan medan magnet Bumi yang 10 kali lebih cepat dari perkiraan awal. (Suara.com/ Lintang Siltya Utami).

BACA SELANJUTNYA

Disebut "Tanaman Vampir", Langsdorffia Punya Karakter Unik