Minggu, 05 Juli 2020
Dinar Surya Oktarini | Rezza Dwi Rachmanta : Selasa, 30 Juni 2020 | 09:00 WIB

Hitekno.com - Sejak diluncurkan pada Februari 2020, pesawat luar angkasa SDO (Solar Dynamics Observatory) milik NASA telah mengambil sekitar 425 juta foto Matahari beresolusi tinggi. Dalam rangka merayakan satu dekade misi SDO pertama, NASA merilis video timelapse spektakuler selama 10 tahun terakhir.

Pesawat luar angkasa SDO dikembangkan oleh Goddard Space Flight Center NASA dan berhasil diluncurkan pada 11 Februari 2010.

Solar Dynamics Observatory merupakan bagian dari program Living With a Star atau LWS milik NASA.

Tujuan dari program LWS adalah untuk mengembangkan pemahaman ilmiah yang diperlukan secara efektif dalam menangani aspek-aspek sistem Matahari-Bumi yang terhubung secara langsung dengan kehidupan manusia.

Untuk merayakan misi SDO, NASA merilis video timelapse spektakuler yang menunjukkan satu gambar Matahari per detik di mana itu mewakili perputaran setiap hari selama 10 tahun terakhir.

Radiasi Matahari pada 29 Mei 2020. (NASA)

 

Sangat menarik, kamu bisa melihat video timelapse Matahari dalam resolusi 4K.

Dilansir dari ILFScience, video luar biasa ini terdiri dari foto-foto yang diambil pada panjang gelombang ultraviolet ekstrim 17,1 nanometer.

Kita bisa melihat lapisan atmosfer terluar Matahari yang dikenal sebagai korona.

Dikompresi menjadi 61 menit, pergerakan Matahari dalam satu dekade terakhir mengikuti pola yang cukup khas.

Seperti yang bisa dilihat dalam video, "keributan" Matahari mencapai puncaknya pada sekitar tahun 2014.

Ketika itu, terdapat pusaran riak dari bintik Matahari dan atmosfer terluarnya mengeluarkan semburan api.

Titik dalam siklus ini disebut sebagai Solar Maximum dan terjadi ketika kutub magnet Matahari berpindah tempat.

Setelah pembalikan ini terjadi, aktivitas Matahari mulai berkurang dan Solar Minimum tercapai di pertengahan siklus ketika permukaan Matahari tampak halus dan tenang.

Terdapat pemadaman yang cukup lama pada SDO karena pesawat luar angkasa sempat berhenti merekam sebagai akibat dari kesalahan teknis sehingga membutuhkan waktu seminggu untuk memperbaikinya.

Video serta misi pengamatan Matahari sangat penting bagi ilmuwan NASA agar mereka bisa mendeteksi radiasi cahaya Matahari terhadap astronot dan mengamati pergerakannya secara ilmiah.

BACA SELANJUTNYA

Ilmuwan Temukan Lubang Hitam Baru, Diduga Bisa Memakan Matahari