Jum'at, 03 Juli 2020
Dinar Surya Oktarini : Rabu, 17 Juni 2020 | 18:45 WIB

Hitekno.com - Stasiun Luar Angkasa Internasional dikabarkan akan menerima pengiriman sistem toilet yang lebih baru dan lebih baik jika semuanya berjalan lancar akhir tahun ini.

Toilet baru tersebut diberi nama yang lebih mewah, yaitu NASA's Universal Waste Management System (UWMS) akan dikirim oleh NASA.

Sistem ini dirancang untuk menjembatani kesenjangan antara teknologi ruang lavatorial saat ini apa yang dibutuhkan manusia untuk melakukan kunjungan dengan jarak yang panjang , seperti terbang Mars dengan nyaman.

Jim Broyan, selaku wakil manajer program untuk pengendalian Lingkungan di Space NASA Johnson mengatakan ''toilet baru tersebut dibuat dengan tujuan untuk mempersiapkan insinyur pengelolaan limbah untuk beberapa tantangan yang diantisipasi dalam sebuah misi di masa depan.''

Dikutip dari laman Space.com, untuk misi Mars ini membutuhkan penerbangan yang jauh lebih lama. Jim Broyan juga mengatakan bahwa perkiraan saat ini menyarankan misi Mars perlu mengelola sekitar 270 kilogram limbah padat atau sekitar 75 persen di antaranya adalah air.

Prototipe Sistem Pengelolaan Sampah Universal. (NASA)

 

Toilet yang ada saat ini di ISS itu dirancang pada era 90-an, namun kebutuhan zaman dahulu tentunya tak sama dengan astronot saat ini.

Bahkan toilet lama tersebut sering membuat para astronot kerepotan, karena tak mudah digunakan untuk buang air kecil dan buang air besar. Bahkan toilet tersebut tidan ramah untuk kru, laki-laki dan perempuan, seperti yang dikutip dari laman Cnet.

Hal ini yang membuat desain toilet terbaru diciptakan dengan tekonologi terbaru juga untuk meningkatkan kenyamanan dan kinerja kru ISS.

Pasalnya toilet yang baru ini kata NASA akan menyalurkan urin yang bisa diproses dengan aman oleh sistem daur ulang pesawat luar angkasa.

Rencananya, UWMS akan tetap berada di stasiun luar angkasa selama sisa umur laboratorium yang mengorbit dan toilet kedua dari model yang sama akan terbang di kapsul Orion yang digunakan astronot untuk terbang di sekitar bulan pada misi Artemis kru pertama.

BACA SELANJUTNYA

Mantan Astronot Perempuan NASA Ini Kembali Cetak Rekor Dunia