Minggu, 05 Juli 2020
Dinar Surya Oktarini | Amelia Prisilia : Senin, 08 Juni 2020 | 09:15 WIB

Hitekno.com - Laporan terbaru dari para ilmuwan menyebutkan bahwa potongan gulungan Laut Mati yang berisi naskah kuno salinan Alkitab akan segera disatukan dengan menggunakan info DNA.

Sebelumnya, potongan-potongan gulungan Laut Mati ini ditemukan pertama kali di gua-gua daerah Qumran pada tahun 1946 lalu. Tidak utuh, potongan-potongan naskah berbahasa Ibrani ini menyebar ke beberapa daerah.

Walaupun seolah mustahil untuk disatukan, potongan-potongan gulungan Laut Mati ini sedang dalam usaha untuk disatukan dengan menggunakan info DNA.

Mengutip Live Science, usaha menyatukan potongan-potongan gulungan Laut Mati ini dilakukan dengan melakukan ekstraksi DNA pada gulungan tersebut.

Secara fisik, gulungan Laut Mati terbuat dari kulit binatang yang DNA-nya dipercaya menyimpan banyak hal yang tentu saja dapat diungkap jika disatukan tiap potongan-potongannya.

Gulungan Laut Mati. (The University of Manchester)

 

Untuk usia, potongan-potongan gulungan Laut Mati ini sudah berusia 2.000 tahun dan merupakan salah satu penemuan arkeologi terbesar yang pernah dilakukan.

Sayangnya, gulungan Laut Mati ini telah menjadi potongan-potongan kecil yang berjumlah hampir mencapai ribuan dan tersebar di berbagai tempat dan lokasi.

Tantangan kedua dari usaha untuk mengumpulkan potongan gulungan Laut Mati ini adalah tersebarnya keberadaan potongan gulungan ini yang kebanyakan berada di penjual barang antik.

Sejauh ini, usaha menyatukan potongan-potongan gulungan Laut Mati ini dilakukan sejak pertama kali ditemukan dengan menggunakan bentuk visual. Namun, ide ekstraksi DNA ini bisa dilakukan untuk memudahkan usaha para ilmuwan.

Ilustrasi Laut Mati. (pixabay/rdores)

 

Ekstraksi DNA ini dapat memanfaatkan bahan masing-masing gulungan Laut Mati yang ditemukan. Jika berasal dari kulit domba, akan disatukan dengan kulit domba, sedangkan kulit kambing bersama kulit kambing.

Potongan gulungan Laut Mati versi kitab Yeremia berasal dari sumber yang berbeda dengan dari Yudea yang terbuat dari kulit lembu. Sedangkan gulungan versi kitab Yesaya ditemukan dari situs lainnya pula.

Usaha menyatukan potongan-potongan gulungan Laut Mati dengan info DNA memang perlu waktu lama untuk kemudian menemukan jawabannya. Karena itu, butuh kesabaran hingga mendapat hasil yang terbaik.

BACA SELANJUTNYA

Mengejutkan, Arkeolog Temukan Gereja Kuno di Alkitab Ini