Kamis, 16 Juli 2020
Agung Pratnyawan | Rezza Dwi Rachmanta : Kamis, 28 Mei 2020 | 17:30 WIB

Hitekno.com - Luar angkasa menyimpan banyak misteri yang masih belum bisa kita pecahkan hingga saat ini. Salah satu misteri yang memancing rasa ingin tahu ilmuwan adalah sebuah "gelembung raksasa" yang mengapit galaksi kita.

Disebut dengan Fermi Bubbles atau Gelombang Fermi, struktur ini seperti bola kembar gas, debu, dan sinar kosmik yang muncul dari pusat galaksi.

Bentuk gelembung tersebut seperti sebuah sayap ngengat raksasa yang membentang luas di luar angkasa.

Menurut rilis resmi dari NASA, pada tahun 2010, Fermi Gamma-ray Space Telescope berhasil mengungkapkan fitur yang sebelumnya tidak diketahui pada galaksi kita.

Pengamatan dari sinar gamma menemukan bahwa terdapat "gelombang" atau struktur misterius yang muncul di atas dan di bawah pusat galaksi kita.

Struktur tersebut membentang, dengan panjang total sebesar 50 ribu tahun cahaya.

"Bidang galaksi kita (ditunjukkan dengan warna biru) bersinar terang dalam sinar gamma, yang dihasilkan ketika partikel berenergi tinggi yang disebut sinar kosmik berinteraksi dengan gas dan debu. Gelembung Fermi memancarkan sinar gamma berenergi lebih tinggi daripada seluruh cakram galaksi," tulis keterangan resmi dari NASA.

Selama satu dekade terakhir, ilmuwan mencoba menebak sesuatu yang menghasilkan sinar gamma tersebut.

Pada sebuah penelitian terbaru yang diterbitkan pada The Astrophysical Journal di tanggal 14 Mei 2020, setidaknya ilmuwan berhasil memberikan sebuah teori mengenai asal mula Gelombang Fermi.

Ilmuwan berpendapat bahwa Gelombang Fermi, bersama dengan sinar-X misterius dan struktur radio di sekitar pusat galaksi Bima Sakti, semuanya terkait dengan sebuah peristiwa pada lubang hitam yang dimulai sekitar 6 juta tahun lalu.

Struktur dari Fermi Bubbles atau Gelembung Fermi. (NASA Goddard)

 

Dengan menggunakan beberapa simulasi komputer, para peneliti menunjukkan bahwa baik Gelembung Fermi dan struktur X-ray terdekat, mereka bisa terbentuk dalam satu gerakan oleh gelombang kejut besar yang meledak dari lubang hitam di pusat galaksi, atau dikenal sebagai Sagittarius A.

Gelombang kejut itu kemungkinan telah dimulai ketika lubang hitam tiba-tiba kehilangan dua jet besar penuh materi terionisasi.

Para astronom telah mengamati jet seperti ini meledak dari galaksi dengan lubang hitam besar sebelumnya, meskipun mereka masih tidak yakin mengapa hal tersebut bisa terjadi.

Dikutip dari Live Science, jika jet itu cukup lebar dan cukup kuat, mereka bisa menciptakan gelombang kejut kembar yang meledak melalui gas panas di kedua sisi pusat galaksi.

"Guncangan gelombang langsung dihasilkan sesaat setelah jet menembus 'ambient halo gas'. Setelah jet sempat mati selama 1 juta tahun, terdapat 'gelembung' yang mengembang ke ukuran yang seperti kita amati saat ini," tulis ilmuwan dalam penelitiannya.

Penelitian di atas sangat menarik karena kita bisa mengetahui salah satu teori dari "gelembung" misterius yang ternyata berasal dari jutaan tahun lalu di luar angkasa.

BACA SELANJUTNYA

Bukan Pesawat, Perusahaan Ini Tawarkan ke Luar Angkasa Naik Balon Raksasa