Rabu, 03 Juni 2020
Dinar Surya Oktarini : Sabtu, 16 Mei 2020 | 16:45 WIB

Hitekno.com - Meteorit Tissint yang jatuh di Maroko pada 2011 lalu telah diteliti para ilmuwan membuktikan kimia pertama dan menunjukkan bahwa Mars masih aktif secara vulkanik. Tim ahli mendapatkan akristal olivin, sejenis mineral mantel khas di planet terestrial, dan ditemukan pada meteorit Mars tersebut. 

Penelitian dipimpin Nicola Mari dari University of Glasgow, Skotlandia, dan menyimpulkan bahwa konveksi kristal kuat dan didorong panas internal besar menyebabkan pola-pola yang tidak biasa terlihat pada meteorit berumur sekitar 574 juta tahun ini.

Ilustrasi planet Mars (Shutterstock).

Keberadaan konveksi magma di Mars menunjukkan bahwa Planet Merah masih bisa aktif secara vulkanik. Di permukaannya, keberadaan olivin, silikat besi magnesium, dianggap sebagai bukti bagi kondisi dingin dan kering planet ini karena air diketahui dapat merusak mineral. Namun di bawah mantel planet terestrial seperti Bumi, olivin ditemukan berlimpah.

Pita fosfor yang tidak beraturan dalam kristal olivin terbentuk di ruang magma Tissnit. Proses yang menghasilkan pita-pita ini disebut solute trapping dan terjadi ketika laju pertumbuhan kristal melebihi laju di mana fosfor dapat berdifusi melalui lelehan.

Diterbitkan dalam Meteoritics and Planetary Science, penelitian Nicola Mari menjelaskan bahwa pembentukan kristal olivin yang memunculkan pita fosfor berkat arus konveksi yang kuat di ruang magma Tissint.

"Saya benar-benar berpikir bahwa Mars bisa menjadi dunia yang masih aktif secara vulkanik saat ini, dan hasil penelitian baru ini mengarah pada hal itu," ucap Nicola Mari, seperti dikutip dari IFL Science pada Jumat (15/5/2020).

Ilmuwan juga dapat menentukan bahwa sumber magma Tissint mencapai suhu 1.680 derajat Celsius dan suhu mantel Mars 1.560 derajat Celsius ketika kristal pertama kali terbentuk.

Namun, tidak seperti Bumi, Mars belum terbukti memiliki lempeng tektonik gaya terestrial. Para ilmuwan berharap misi-misi luar angkasa ke Mars di masa depan akan memberi lebih banyak wawasan mengenai gunung berapi dan permukaan Mars.(Suara.com/Lintang Siltya Utami)

BACA SELANJUTNYA

Terlihat Pertama Kalinya dalam Satu Dekade, Cheetah Sahara Tercancam Punah