Minggu, 05 Juli 2020
Dinar Surya Oktarini | Rezza Dwi Rachmanta : Kamis, 14 Mei 2020 | 19:45 WIB

Hitekno.com - Sebuah penelitian kolaborasi dari tim ilmuwan Amerika Serikat dan tim dari Afrika Selatan berhasil memecahkan misteri mengenai Galaksi berbentuk X. Galaksi X ini merupakan "galaksi radio" dengan kode PKS 2014-55.

Gambar-gambar baru yang spektakuler diambil menggunakan teleskop MeeKAT 64-antena di Afrika Selatan, oleh tim peneliti internasional yang dipimpin oleh Bill Cotton dari US National Radio Astronomy Observatory.

"MeerKAT dirancang untuk menjadi yang terbaik dari jenisnya di dunia. Sungguh luar biasa melihat bagaimana kemampuan uniknya berkontribusi dalam menyelesaikan pertanyaan lama terkait dengan evolusi galaksi," kata Dr. Bernie Fanaroff, seorang astronom dari South African Radio Astronomy Observatory (SARAO) yang tergabung dalam penelitian.

Dikutip dari Sci-News, banyak galaksi yang jauh lebih aktif daripada galaksi Bima Sakti.

Biasanya, galaksi radio hanya memiliki satu pasang lobus. Satu adalah "jet" dan yang lainnya "counter-jet".

Polarisasi pada galaksi X. (Jurnal Astrophysics of Galaxies)

 

Mereka memiliki jet kembar gelombang radio yang membentang jauh ke ruang intergalaksi.

Jet itu berada di arah yang berlawanan, datang dari lubang hitam besar pada pusat galaksi.

Centaurus A, merupakan contoh galaksi elips raksasa dengan dua lobus radio yang menonjol.

Galaksi PKS 2014-55 atau Galaksi X mempunyai dua pasang lobus sehingga sangat berbeda jika dibandingkan galaksi radio lainnya.

Galaksi elips Centaurus A mempunyai dua jet yang memancar secara berlawanan. (NASA Goddard Space Flight Centre)

 

Penelitian dan pemecahan misteri mengenai Galaksi X sudah diterbitkan di jurnal Astrophysics of Galaxies pada tanggal 06 Mei 2020.

Galaksi PKS 2014-55 merupakan galaksi radio berbentuk X yang terletak sejauh 800 juta tahun cahaya dari Bumi di rasi bintang Telescopium.

Di masa lalu, peneliti percaya bahwa terdapa dua teori yang menjelaskan mengapa PKS 2014-55 memiliki dua pasang lobus sehingga membentuk X.

Teori pertama menyatakan bahwa sebenarnya ada dua lubang hitam besar yang aktif di pusat galaksi, di mana masing-masing memancarkan dua jet kuat.

Proses terbentuknya jet pada galaksi X. (SARAO)

 

Sementara teori kedua menyatakan bahwa lubang hitam supermasif telah mengalami putar balik.

Ini terjadi ketika sumbu putaran lubang hitam yang berputar memiliki perubahan orientasi yang tiba-tiba, menghasilkan sepasang jet kedua pada sudut yang berbeda dari pasangan pertama.

Laporan dari Science Alert, teleskop MeerKAT Afrika Selatan sangat menyarankan kemungkinan ketiga atau teori terbaru dari ilmuwan yaitu dua lobus yang lebih besar adalah partikel yang bergerak cepat keluar dari lubang hitam.

Sementara dua lobus lebih kecil adalah aliran balik yang berputar untuk kembali.

Materi yang jatuh kembali ke galaksi, dibelokkan ke arah yang berbeda sehingga membentuk dua lengan 'X.'

Tim ilmuwan yang menggunakan MeerKAT mencapai gambar resolusi tinggi sepuluh kali lebih sensitif daripada pengamatan teleskop sebelumnya sehingga ilmuwan lebih meyakini pada teori terbaru yang didapatkan pada pengamatan MeerKAT.

BACA SELANJUTNYA

Mirip Sayap Kelelawar, Astronom Rekam Pemandangan Ini Lewat Teleskop Hubble