Jum'at, 04 Desember 2020

Jadi Puing-puing, Roket Rusia Pecah di atas Samudera Hindia

Roket Fregat-SB, yang digunakan untuk membawa satelit penelitian Spektr-R ke orbit pada 2011, telah hancur pada 8 Mei 2020.

Agung Pratnyawan
cloud_download Baca offline
Ilustrasi roket. (pixabay/skeeze)
Ilustrasi roket. (pixabay/skeeze)

Hitekno.com - Tak hanya roket China yang belum lama ini dilaporkan bermasalah. Sebuah roket Rusia dilaporkan telah hancur di atas Samudera Hindia.

Diwartakan Suara.com, roket Rusia dilaporkan pecah di luar angkasa dan kini berceceran di orbit, demikian diwartakan kantor berita AFP pada akhir pekan kemarin.

Badan antariksa Rusia, Roscosmos, mengatakan bahwa roket Fregat-SB, yang digunakan untuk membawa satelit penelitian Spektr-R ke orbit pada 2011, telah hancur pada 8 Mei 2020, pekan lalu.

"Saat ini kami sedang mengumpulkan data untuk mengonfirmasi kuantitas serta parameter orbit dari pecahan-pecahan tersebut," ujar juru bicara Roscosmos.

Sebelumnya US 18th Space Control Squadron, salah satu unit di bawah Angkatan Udara Amerika Serikat yang bertugas mengawasi sampah antariksa, mengumumkan bahwa roket Fregat-SB sudah hancur dan meninggalkan 65 keping rongsokan di antariksa.

Roket peluncur Rusia yang berada di Plesetsk Cosmodrome [screen shot: Rosscosmos].
Roket peluncur Rusia yang berada di Plesetsk Cosmodrome [screen shot: Rosscosmos].

 

Diklaim bahwa satelit itu hancur di atas Samudera Hindia dan kini puing-puingnya mengancam satelit lain yang sedang beroperasi di orbit Bumi.

Adapun satelit Spektr-R, yang merupakan sebuah teleskop radio antariksa, telah kehilangan koneksi dengan pengendali di Bumi sejak Januari 2019.

Rusia pada tahun lalu mengumumkan bahwa misi yang diemban oleh satelit itu sudah rampung. Sehingga bukan lagi satelit yang masih aktif.

Itulah laporan terbaru yang menyebutkan kalau roket Rusia Fregat-SB telah meledak menjadi puing-puing di atas Samudera Hindia. (Suara.com/Tivan Rahmat).

Terkait

Terkini