Sabtu, 30 Mei 2020
Dinar Surya Oktarini | Amelia Prisilia : Selasa, 12 Mei 2020 | 19:30 WIB

Hitekno.com - Sebuah lubang pembuangan di depan Pantheon, Roma pada bulan lalu tiba-tiba terbuka dan langsung mengungkap penemuan yang telah tertanam selama lebih dari 2.000 tahun yang lalu.

Lubang pembuangan ini berada di Piazza Dela Rotonda dengan lebar mencapai 10 kaki persegi atau 1 meter persegi dan kedalaman mencapai lebih dari 8 kaki atau 2,5 meter.

Mengutip Live Science, dalam lubang pembuangan ini, para ilmuwan menemukan tujuh lempengan kuno yang terbuat dari travertine. Travertine sendiri merupakan sejenis batuan sedimen di daerah tersebut.

Terbukanya lubang pembuangan di Roma ini bukan dengan sengaja dan terjadi secara tiba-tiba. Beruntung, saat runtuh, daerah tersebut tidak dipadati pengunjung karena masa pandemi corona.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh para ilmuwan, terungkap bahwa batu-batu di lokasi ini berasal dari waktu yang sama dengan saat Pantheon dibangun yaitu pada 27 Sebelum Masehi hingga 25 Sebelum Masehi.

Ilustrasi Romawi Kuno. (unsplash/Mathew Schwartz)

 

Daniela Porro selaku pengawas khusus menjelaskan bahwa Pantheon dirancang oleh Marcus Agrippa, teman Kaisar Augustus.

Namun bangunan ini pernah dibangun kembali pada tahun 118 dan 128 Masehi oleh kaisar Hadrian. Selanjutnya, dimodifikasi lagi oleh Kaisar Septimus Severus dan Caracalla.

Sebelumnya, bebatuan di lubang pembuangan ini pernah ditemukan pada tahun 1990-an lalu. Jadi penemuan ini hanyalah penemuan kembali dari yang pernah ada sebelumnya.

Ilustrasi lubang. (Pixabay/ 173131)

 

Menurut sejarah, lubang pembuangan ini dibangun oleh manusia di masa lalu untuk menjadi terowongan dan lain-lain. Bukan hanya di daerah ini, ilmuwan memprediksi bahwa betuk tanah Roma yang lembek ini menyimpang banyak rahasia menariik.

Hingga artikel ini dibuat, penelitian mendalam mengenai lubang pembuangan di Roma yang terbuka ini segera dilakukan. Nantikan update-nya ya.