Kamis, 28 Mei 2020
Dinar Surya Oktarini : Selasa, 12 Mei 2020 | 14:00 WIB

Hitekno.com - Pengenalan suara berbasis AI (AI speech recognition) yang dirancang untuk menganalisis ucapan dan mengkompilasinya ke dalam basis data, mengalami kerusakan ketika mencoba menganalisis pola bicara Presiden Donald Trump.

Factba.se merupakan sebuah proyek situs web yang meng-host database yang tersedia dan dapat dicari, yang bertujuan untuk memuat semua yang dikatakan atau dicuitkan Trump. Situs ini didirikan pada Januari 2017 oleh pasangan Bill Frischling dan Jennifer Canty yang berbasis di Virginia.

Sejak proyek dimulai, tim telah mengumpulkan lebih dari 1.000 jam video dan menyalin lebih dari 10,5 juta kata dari 1976 hingga sekarang. Untuk melakukan itu semua, Frischling membuat bot AI untuk transkripsi yang disebut Margaret.

Frischling mencoba bot AI miliknya pada bagian pendek pidato Trump yang berisi tentang Pertempuran Laut Koral. Pidato tersebut membuat sistem AI itu mengalami kerusakan.

"Sistem masih mencoba untuk membubuhkan tanda baca yang benar seperti dalam bahasa Inggris," ucap Frischling, seperti dikutip laman IFL Science, Selasa (12/5/2020).

Untuk mengatasi masalah tersebut, Frischling harus membuat sistemnya tidak belajar tata bahasa Inggris dan sintaksis biasa, sebaliknya akan mempelajari pola bicara Trump.

Ilustrasi kecerdasan buatan. [Shutterstock]

Meskipun alat ini digunakan untuk mengkompilasi database dari semua yang dikatakan Trump, alat tersebut juga dapat digunakan untuk mempelajari lebih lanjut tentang perilaku Trump. Alat ini tidak hanya memantau pidato Trump, tetapi juga perilakunya dan membandingkan apa yang Trump katakan dengan fakta independen, untuk menentukan apakah Trump mengatakan yang sebenarnya atau tidak.

Misalnya, sistem mempelajari Trump tidak tampak stress ketika berbohong. Ia juga memperlambat pidatonya dari 220 kata per menit menjadi 111 kata ketika dia membaca dari teleprompter. Menurut Frischling, bot juga dapat melihat ketika Trump benar-benar marah.

Ini bukan sistem bot pertama yang menganalisis gaya unik berbicara dan menulis Trump. Pada 2016 lalu, ada sistem bot yang berusaha membuat cuitan dengan gaya Trump. Pencipta bot itu mengatakan ia terinspirasi oleh bot yang telah dilatih untuk membuat kutipan gaya Shakespeare dan berpikir mungkin akan lebih mudah jika diterapkan ke Trump.(Suara.com/Lintang Siltya Utami)