Sabtu, 05 Desember 2020

Gerhana Bulan 1.000 Tahun Lalu Gelap, Ilmuwan Ungkap Penyebabnya

Gerhana Bulan total terjadi saat keseluruhan penampang Bulan tertutup oleh bayangan Bumi.

Dinar Surya Oktarini
cloud_download Baca offline
Ilustrasi Gerhana Bulan. (unsplash/Martin Adams)
Ilustrasi Gerhana Bulan. (unsplash/Martin Adams)

Hitekno.com - Umumnya jika terjadi gerhana, Bulan akan berwarna kemerah-merahan karena saat terjadi Gerhana Bulan total keseluruhan penampang Bulan tertutup oleh bayangan Bumi. Namun, para pengamat Eropa melaporkan bahwa lebih dari 1.000 tahun yang lalu, Gerhana Bulan yang terjadi benar-benar gelap.

Hal itu masih menjadi misteri hingga penelitian terbaru saat ini yang dilakukan oleh tim ilmuwan internasional, menyebut gelapnya Gerhana Bulan tersebut disebabkan oleh serangkaian letusan gunung berapi.

Letusan tersebut melepaskan senyawa sulfur yang cukup banyak ke stratosfer hingga mampu menggelapkan langit antara tahun 1108 dan 1110 Masehi.

Dalam penelitian yang diterbitkan dalam Scientific Reports, tim ahli menduga bahwa gunung berapi yang meletus berada di daerah tropis.

Para ilmuwan menggabungkan data dari inti es dengan catatan sejarah dari seluruh dunia. Antara 1109 dan 1111 Masehi, ada laporan terjadinya kelaparan di Eropa Barat karena perubahan cuaca yang dramatis. The Peterborough Chronicle melaporkan melaporkan Gerhana Bulan total yang sangat gelap terjadi pada Mei 1110.

Tidak hanya itu, tim juga menemukan laporan letusan dari Gunung Asama, gunung berapi paling aktif di Honshu, Jepang. Letusannya tahun 1108 adalah gunung berapi terbesar yang dikenal.

Para ilmuwan menemukan catatan saksi yang menggambarkan peristiwa 1108. Catatan tersebut berbunyi, "Ada api di puncak gunung berapi, lapisan abu tebal di kebun gubernur, di mana-mana ladang dan sawah dianggap tidak layak untuk ditanami. Itu adalah hal yang sangat aneh dan langka."

Bulan purnama. [Shutterstock]
Bulan purnama. [Shutterstock]

Dilansir laman IFL Science, Jumat (8/5/2020), selain catatan saksi, para ilmuwan juga menemukan bahwa tahun 1109 Masehi adalah tahun yang sangat dingin. Dokumentasi historis lainnya, khususnya catatan dampak iklim dan sosial pada 1109 hingga 1111 Masehi menguatkan hipotesis bahwa letusan 1108 menyebabkan dampak bencana pada masyarakat.

Walaupun begitu, para ilmuwan masih belum sepenuhnya yakin bahwa Gunung Asama bertanggung jawab atas gerhana Bulan yang sangat gelap. Tetapi para ilmuwan mengatakan semua bukti menunjukkan letusan gunung berapi yang "terlupakan" pada 1108 hingga 1110 memberikan dampak mengerikan pada kemanusiaan.(Suara.com/Lintang Siltya Utami)

Terkait

Terkini