Senin, 13 Juli 2020
Agung Pratnyawan | Rezza Dwi Rachmanta : Kamis, 07 Mei 2020 | 18:30 WIB

Hitekno.com - Sebuah fosil yang menampakkan pemandangan dramatis 200 juta tahun lalu berhasil diteliti oleh ilmuwan. Fosil tersebut diyakini merupakan fosil cumi-cumi tertua yang terekam saat memangsa makhluk lain.

Analisis baru dari dua spesimen fosil yang ditemukan di Pantai Jurassic Inggris bagian selatan menampakkan cumi-cumi yang membeku saat menyerang mangsanya.

Seperti namanya, Pantai Jurassic dikenal karena banyaknya fosil yang berasal dari Zaman Trias, Jurassic, dan Cretaceous.

Itu adalah tiga periode geologis yang membentuk Era Mesozoikum, antara 65 hingga 250 juta tahun lalu.

Geologi unik dari garis pantai ini menawarkan "catatan lengkap" dari perubahan besar yang terjadi di planet kita selama jutaan tahun.

Fosil cumi-cumi yang berumur 200 juta tahun saat menyerang ikan kecil. (Press Release University of Plymouth)

 

Itulah sebabnya Pantai Jurassic ditetapkan sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO pada tahun 2001.

Para peneliti dari University of Plymouth dan University of Kansas, serta perusahaan penelitian swasta, The Forge Fossils, melakukan analisa mendalam kepada dua spesimen fosil cumi-cumi berusia 200 juta tahun.

Pada rilis resmi yang dikeluarkan oleh University of Plymouth, makhluk itu seperti cumi-cumi yang sekarang dikenal dengan nama ilmiah Clarkeiteuthis montefiorei.

Hewan purba tersebut ikut menjadi fosil bersama seekor ikan hering (Dorsetichthys bechei).

Fosil tubuh cumi-cumi yang berusia 200 juta tahun. (Press Release University of Plymouth)

 

Dalam apa yang digambarkan sebagai "insiden brutal", tulang-tulang kepala ikan kecil tampaknya benar-benar dihancurkan oleh predator seperti cumi-cumi.

Fosil menunjukkan kepala dan tubuh ikan hering yang rusak karena cengkeraman dari cumi-cumi yang menjepit di sekitarnya.

Dikutip dari IFLScience, peneliti berasumsi bahwa mangsa yang lebih kecil kemungkinan terjebak di mulut penangkapnya, membunuh makhluk yang lebih besar sebelum menetap di dasar laut di mana mereka menjadi terawetkan dalam sedimen.

Tapi kemungkinan kedua, bisa jadi cumi-cumi itu sengaja membawa mangsanya ke dasar laut dalam sebuah metode yang dikenal sebagai "penenggelaman gangguan".

Itu adalah suatu metode perburuan yang telah dicatat di situs fosil lain di mana pemangsa berpura-pura tenggelam sehingga tidak diserang oleh pemangsa lain.

Nahas, strategi ini tidak berjalan sempurna sehingga cumi-cumi mati lemas saat turun ke peraira yang miskin oksigen.

Fosil cumi-cumi berusia 200 juta tahun ini melengkapi banyak fosil purba yang ditemukan di Pantai Jurassic, Inggris.

BACA SELANJUTNYA

Mirip Cumi-cumi, Sel Manusia yang Direkayasa Ini Bisa Berubah Warna