Minggu, 01 November 2020
Agung Pratnyawan : Kamis, 07 Mei 2020 | 16:20 WIB

Hitekno.com - Sempat beredar kabar adanya asteroid menabrak Bumi 8 Mei 2020 atau pada 15 Ramadan. Benarkan kabar yang ramai berdar ini?

Isu adanya asteroid menabrak Bumi 8 Mei atau 15 Ramadan dan dikaitkan dengan dukhan santer terdengar, meski sudah berkali-kali dibantah oleh para ilmuwan, lebih khusus lagi astronom.

Para astronom di badan antariksa Amerika Serikat (NASA) misalnya mengatakan bahwa Asteroid 2016 HP6 adalah termasuk objek dekat Bumi yang cuma melintas saja pada sekitar pukul 04.48 WIB, Jumat (8/4/2020) dini hari nanti.

Astronom kita di Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) juga sudah membantah isu asteroid yang juga dikaitkan dengan dukhan itu.

Peneliti LAPAN membantah kabar adanya asteroid menabrak Bumi 8 Mei atau 15 Ramadan. Ditekankan tidak ada asteroid yang akan menghantam Bumi pada tanggal tersebut.

Logo LAPAN. (LAPAN)

 

Lalu apa saja yang sudah kita tahu soal 2016 HP6, asteroid yang diisukan akan tabrak Bumi di 8 Mei atau 15 Ramadan?

Berikut ulasan dari laman resmi Lapan pada Kamis (7/5/2020) terkait Asteroid 2016 HP6 ;

Ukuran dan Jarak ke Bumi

Asteroid 2016 HP6 memiliki ukuran antara 23 hingga 52 meter dan akan mendekati Bumi pada jarak 4,33 jarak bulan atau 1,66 juta kilometer dari Bumi. Artinya asteroid ini sama sekali tidak akan menabrak Bumi.

Kategori Asteroid

Asteroid yang akan mendekati Bumi esok hari ini masuk dalam kategori asteroid Apollo, sebutan untuk asteroid yang memiliki sumbu setengah panjang lebih besar dibandingkan dengan orbit Bumi (> 1 Satuan Astronomi / SA) tetapi jarak perhelionnya lebih kecil dibandingkan aphelion Bumi.

Periode Orbit

Periode orbit asteroid ini selama 724,5 hari atau 1,98 tahun atau sedikit lebih lama dibandingkan periode orbit Mars yakni 687 hari atau 1,88 tahun.

Tidak Membahayakan Bumi

Ketika mendekati Bumi, asteroid ini melaju dengan kecepatan mencapai 5,72 kilometer per detik ketika mendekati Bumi. Jarak tersebut cukup dekat bila dibandingkan klasifikasi asteroid berbahaya dari NASA yakni 7,5 juta kilometer.

Peneliti dari Pusat Sains Antariksa LAPAN, Andi Pangerang, mengatakan bahwa asteroid 2016 HP6 memiliki jarak perpotongan orbit minimum (minimum orbit intersection distance, MOID) sebesar 0,0053817 SA atau 805.000 kilometer terhadap orbit Bumi, jauh lebih kecil dari 0,05 SA atau 7,5 juta kilometer namun magnitudo absolutnya lebih besar daripada +22, sehingga asteroid 2016 HP6 tidak dikategorikan sebagai objek berpotensi bahaya.

Itulah penjelasan dan bantahan LAPAN pada Asteroid 2016 HP6 yang diisukan akan menabrak Bumi. LAPAN membantah adanya asteroid menabrak Bumi 8 Mei besok. (Suara.com/ Tivan Rahmat).

BACA SELANJUTNYA

Waduh, NASA Alami Kebocoran Sampel Asteroid Bennu