Jum'at, 29 Mei 2020
Agung Pratnyawan : Sabtu, 02 Mei 2020 | 21:00 WIB

Hitekno.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyampaikan adanya gempa bumi yang terjadi di Kudus, Jawa Tengah, karena Sesar Muria masih aktif.

Seperti diketahui, gempa bumi dengan magnitudo 3.0 telah terjadi di Kudus pada pada Sabtu (2/5/2020) pada pukul 02.32 WIB.

BMKG menyampaikan gempa ini menunjukkan bahwa Sesar Muria masih aktif, bisa memicu gempa.

"Gempa pada Sabtu dini hari tadi menjadi bukti bahwa Sesar Muria masih aktif, sekaligus menjadi alarm yang mengingatkan kita semua agar selalu waspada terhadap keberadaan sesar aktif di daratan yang jalurnya melintasi atau dekat permukiman penduduk," kata Kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Daryono dalam keterangan tertulis BMKG yang diterima di Jakarta.

Menurut dia, wilayah Kudus dan sekitarnya secara tektonik memiliki struktur yang cukup kompleks dengan keberadaan sesar aktif seperti Sesar Muria, Sesar Lasem, Sesar Naik Pati, dan Sesar Semarang.

Sesar Muria, ia menjelaskan, merupakan sesar aktif yang memiliki magnitudo tertarget 6,2 dengan laju geser sesar sekitar satu milimeter per tahun.

Sesar dengan orientasi berarah barat daya-timur laut itu jalurnya melintasi Gunung Muria dan diduga menerus ke laut.

Titik pusa Gempa Kudus yang dipicu oleh Sesar Muria pada Sabtu (2/5/2020). [Dok BMKG]

 

Sedangkan Sesar Lasem merupakan sesar dengan kelurusan paling panjang, menempati suatu depresi dengan sumbu yang berarah barat daya-timur laut.

Ciri morfologi lain yang mengindikasikan keberadaan sesar ini adalah pola kelurusan dari selatan Semarang ke arah timur laut melewati Lasem dan menerus ke Laut Jawa.

Sesar Kendeng Segmen Semarang dan Segmen Purwodadi juga masih aktif.

"Semua sesar ini aktif dan ada catatan sejarah gempanya. Berdasarkan catatan sejarah gempa, zona sumber gempa ini memang aktif," kata Daryono.

Menurut Daryono, sesar-sesar tersebut bertanggung jawab terhadap beberapa peristiwa gempa kuat dan merusak pada masa lalu, di antaranya gempa kuat yang mengguncang Lasem tahun 1847 dan gempa dengan magnitudo 6,8 di Pati tahun 1890 yang menyebabkan kerusakan hingga radius 500 km.

Sesar Lasem juga memicu gempa di Kudus tahun 1877 serta gempa di Semarang pada tahun 1856,1958, 1959, dan 1966.

Itulah penjelasan BMKG pada gempa bumi di Kudus yang ada kaitannya dengan keberadaan Sesar Muria. (Suara.com/ Liberty Jemadu).

Anda ingin mendapatkan info berita menarik?