Kamis, 04 Juni 2020
Agung Pratnyawan : Sabtu, 02 Mei 2020 | 06:39 WIB

Hitekno.com - Di saat para astronom terpaku pada asteroid raksasa 1998 OR2 yang melintas Bumi pada 29 April 2020, ada asteroid lain yang hampir menabrak Bumi pada 28 April 2020.

Asteroid yang hampir menabrak Bumi ini disebutkan memiliki ukuran yang cukup kecil, sekitar 8 meter panjangnya.

Karena astronom sedang berfokus pada asteroid 1998 OR2, membuat pengamatan pada asteroid yang lebih kecil ini jadi lebih dramatis.

Asteroid bernama 2020 HS7 itu disebut sebagai salah satu asteroid melesat paling dekat dengan Bumi. Ia bahkan terbang sangat dekat dengan area tempat satelit-satelit buatan manusia beroperasi yang dinamai orbit geostasioner.

Bermula dari UFO

Asteroid 2020 HS7 ditemukan di saat-saat terakhir, yakni pada 27 April oleh astronom di Observatorium Pan-STARRS milik badan antariksa Amerika Serikat (NASA) di Hawaii. Karena asteroid ini baru ditemukan, mereka untuk sementara menamainya P20ZIf8.

Pada 26 April malam teleskop yang sama telah mendeteksi sebuah objek terbang tak dikenal (UFO) di antariksa. Setelah diikui selama 1 jam, para ilmuwan terperanjat karena objek itu rupanya punya peluang sekitar 10 persen untuk menabrak Bumi di keesokan harinya.

Para astronom di seluruh dunia pun segera diperingatkan akan datangnya asteroid tersebut dan diminta untuk mengawasinya dengan ketat.

Ilustrasi sebuah asteroid sedang melintas dekat Bumi. [Shutterstock]

 

Hawaii - China - Eropa

Hanya 50 menit setelah Observatorium Pan-STARRS melaporkan temuan mereka, Observatorium Xingming di China langsung berhasil mengukur posisi, pergerakan, dan cahaya asteroid tersebut. Tak lama kemudian, giliran Observatorium Tautenburg di Jerman ikut mengamati asteroid tersebut.

Berdasarkan data dari observatorium-observatorium ini, para astronom berhasil mengukur dengan pasti bahwa asteroid tersebut tidak akan menabrak Bumi. Ia hanya akan melesat tipis di luar orbit geostasioner.

Mereka juga mengetahui bahwa ukurannya yang kecil tidak membahayakan sekalipun ia menabrak Bumi. Dengan panjang antara 4 - 8 meter, ia akan habis terbakar saat melewati atmosfer Bumi.

Belakangan diketaui bahwa Asteroid 2020 HS7 hanya berjarak 42.735 km dari pusat Bumi dan sekitar 1200 km dari satelit terdekat.

Penemuan dan reaksi atas asteroid ini, menurut badan antariksa Eropa (ESA) bisa menjadi pelajaran dan kesempatan bagi para ilmuwan serta pemerintah di dunia dalam menghadapi ancaman asteroid.

Salah satu yang terdekat

Berdasarkan data ESA, Asteroid 2020 HS7 masuk dalam daftar 50 asteroid yang jalur lintasannya paling dekat Bumi. Ia mencapai titik terdekatnya dengan Bumi pada 28 April pukul 18:49:40 UTC atau sekitar 29 April pukul 01.40 dini hari menurut Waktu Indonesia Barat.

Menariknya asteroid ini mendekati Bumi hanya 15 jam sebelum Asteroid 1998 OR2 - yang panjangnya diperkirakan bisa mencapai 4 km - juga menghampiri Bumi.

Selain ukurannya yang berbeda jauh, asteroid raksasa 1998 OR2 pada titik terdekatnya dengan Bumi berada ada jarak sekitar 6,2 juta km atau setara dengan 16 kali jarak Bumi dan Bulan. Tetapi karena ukurannya yang besar ia menarik perhatian para astronom dan media-media massa. (Suara.com/ Liberty Jemadu).

BACA SELANJUTNYA

Asteroid Raksasa Seukuran Lapangan Sepak Bola Dekati Bumi 6 Juni Mendatang