Selasa, 26 Mei 2020
Agung Pratnyawan : Kamis, 30 April 2020 | 15:00 WIB

Hitekno.com - komet C/2019 Y4 atau komet Atlas yang sebelumnya diprediksi akan bisa diamati dari Bumi malah pecah berkeping-keping. Menariknya, kejadian ini terekam Teleskop Hubble.

Awalnya diprediksi komet Atlas akan melintas pada April 2020, dan karena saking terangnya akan bisa terlihat dari Bumi.

Teleskop Luar Angkasa Hubble berhasil mengabadikan pecahnya komet tersebut yang terbelah menjadi sebanyak 30 buah pada 20 April dan 25 buah pada 23 April.

Komet ini pertama kali ditemukan pada Desember 2019 oleh sistem survei robot ATLAS (Asteroid Terrestrial-impact Last Alert System) di Hawaii.

Pada awal Maret, para astronot masih melihat tingkat kecerahan komet sehingga memprediksi komet dapat dilihat dengan mata telanjang pada awal Mei. Namun, komet ATLAS tiba-tiba mulai menjadi redup.

Dalam sebuah konsensus pengamatan yang diambil dari Comet Observations Database menyebutkan bahwa setelah mencapai magnitudo +8 ketika melintasi orbit Mars, komet ATLAS semakin redup dengan magnitudo yang terus meningkat menjadi +8,8 hingga +9,2, di mana semakin besar angka magnitudo maka semakin redup objek langit tersebut.

Para astronom menemukan keberadaan nukleus yang membuat komet ATLAS meredup.

Pecahan Komet ATLAS. [NASA]

 

Pengamatan baru Teleskop Hubble ini mengenai pecahnya komet pada 20 dan 23 April mengungkapkan bahwa pecahan-pecahan komet semuanya diselimuti oleh debu komet yang disapu sinar Matahari.

Gambar-gambar yang ditangkap Teleskop Hubble memberikan bukti lebih lanjut bahwa fragmentasi komet mungkin umum dan bahkan mungkin merupakan mekanisme dominan di mana inti padat dan dingin pada komet mati.

"Penampilan komet itu berubah secara substansial antara dua hari, sangat banyak sehingga cukup sulit untuk menghubungkan titik-titik," ucap David Jewitt dari UCLA, pemimpin salah satu dari dua tim yang mengabadikan pecahnya komet dengan Teleskop Hubble, seperti dikutip laman Phys.org, Kamis (30/4/2020).

Pecahnya komet terjadi begitu cepat dan tidak terduga, membuat sebagian besar astronom tidak yakin tentang penyebab hancurnya komet.

Menurut astrofisikawan Gianluca Masi, pendiri dan direktur Virtual Telescope Project di Italia, mengatakan bagian inti atau nukleus komet ATLAS telah hancur dan terbagi dalam empat fragmen besar.

Para astronom mengatakan bahwa analisis lebih lanjut dari data Teleskop Hubble mungkin dapat memberikan petunjuk baru. Komet ATLAS yang hancur saat ini terletak di dalam orbit Mars, pada jarak sekitar 145 juta kilometer dari Bumi.

Itulah kejadian pecahnya komet Atlas yang berhasil diabadikan Teleskop Luar Angkasa Hubble. (Suara.com/ Lintang Siltya Utami).