Senin, 01 Juni 2020
Agung Pratnyawan | Rezza Dwi Rachmanta : Rabu, 22 April 2020 | 06:00 WIB

Hitekno.com - Penelitian terbaru dari ilmuwan mengungkapkan hubungan unik sebuah lukisan Yunani Kuno dengan keberadaan hewan endemik di Afrika Timur. Hal yang menarik perhatian ilmuwan adalah lukisan kuno mengenai monyet yang diyakini berumur 3.600 tahun menggambarkan monyet endemik sebenarnya dari Afrika.

Penelitian yang sudah diterbitkan di jurnal Antiquity ini mengungkapkan bahwa monyet biru yang dilukis oleh orang Yunani kuno merupakan monyet vervet, spesies monyet endemik dari Afrika Timur.

Dua lukisan monyet yang diteliti ilmuwan merupakan karya dari peradaban Minoa, sebuah peradaban yang masuk wilayah Kreta, sebuah pulau dekat daratan Yunani.

Perdaban Minoa dimulai pada Zaman Perunggu antara tahun 3.000 dan 2.700 SM serta berlangsung sampai 1450 SM.

Lukisan tersebut sampai membuat bingung ilmuwan mengingat bagaimana mungkin orang Yunani Kuno bisa tahu hewan endemik yang tinggal di Afrika Timur sementara jarak antara dua daerah tersebut ribuan kilometer jauhnya.

Lukisan monyet biru dari seniman Yunani Kuno. (Jurnal Antiquity/ B. Urbani)

 

Penelitian ini dilakukan oleh Bernardo Urbani dari Venezuelan Institute for Scientic Research dan Dionisios Youlatos dari Aristotle University.

Cukup unik, seniman kuno justru memilih warna biru untuk menggambarkan seekor monyet.

Mereka juga menggambar seekor babun dengan paduan warna abu-abu dan cokelat tua.

Dikutip dari IFLScience, ilmuwan meyakini bahwa kelompok primata itu mewakili tanda situs tersebut setelah seniman kuno mengamatinya di daratan Afrika.

Berdasarkan penelitian, ilmuwan mencatat bahwa seniman tersebut melihat monyet secara langsung atau berbicara dengan seseorang yang pernah melihat monyet itu sebelumnya.

Lukisan monyet milik suku Yunani Kuno. (Jurnal Antiquity/ B. Urbani)

 

Lukisan-lukisan ini memberikan pemahaman baru tentang lukisan dinding Minoa yang membuktikan bahwa orang-orang Yunani Kuno memiliki kontak dengan orang-orang, atau setidaknya satwa liar, di Afrika.

Para peneliti menambahkan bahwa persepsi budaya memengaruhi bagaimana warna dikategorikan.

Tentu saja saat itu monyet vervet tidak berwarna biru.

Kemungkinan seniman kuno menganggap biru mirip dengan warna abu-abu lebih tua.

Namun bisa juga mereka menggunakan warna biru dalam "konsteks sakral" seperti yang dilakukan bangsa Mesir Kuno.

Penelitian mengenai lukisan monyet ini membuktikan bahwa masyarakat Yunani Kuno kemungkinan telah saling berhubungan secara luas dengan suku kuno di seluruh dunia.