Selasa, 26 Mei 2020
Agung Pratnyawan : Sabtu, 18 April 2020 | 13:30 WIB

Hitekno.com - Teknologi AI Huawei juga ikut serta dalam melawan pandemi COVID-19. Yakni dengan memanfaatkan teknologi ini, dipercaya dapat meningkatkan akurasi dalam mendeteksi dan diagnosis COVID-19.

Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP) Jakarta, rumah sakit terbesar dari 16 rumah sakit yang dikelola oleh Pertamedia (PT Pertamina Bina Medika) IHC, menjadi rumah sakit pertama di Indonesia yang menerapkan solusi TIK berbasis teknologi AI dari Huawei, yaitu AI-Assisted Analysis.

Penerapan teknologi AI Huawei di RSPP ini merupakan bagian dari realisasi aksi global Huawei dalam membantu dunia internasional memerangi pandemi COVID-19.

Sumbangsih Huawei dalam mengontribusikan kecanggihan teknologinya kepada dunia kesehatan selama masa pandemi berlangsung dengan tanpa mengenakan biaya, mendapat sambutan positif dari pihak manajemen RSPP.

Dr. dr. Fathema Djan Rachmat, Sp.B, Sp. BTKV (K), MPH, Direktur Utama PT Pertamina Bina Medika IHC, menyatakan bahwa saat ini dunia kesehatan Indonesia menghadapi tantangan besar berupa masih tingginya tingkat mortalitas yang disebabkan oleh COVID-19, yaitu sekitar 9-10 persen.

Dr. Fathema Djan Rachmat Direktur Utama PT Pertamina Bina Medika IHC. (Huawei)

 

"Saat ini, salah satu upaya strategis yang harus dilakukan untuk mengurangi tingkat mortalitas akibat penyebaran COVID-19 di Indonesia adalah dengan meningkatkan kecepatan pendeteksian dan penemuan pasien-pasien yang terinfeksi COVID-19 dengan tingkat akurasi tinggi. Semakin cepat kita bisa melakukannya, maka semakin cepat pula kita bisa melakukan upaya medis yang mampu mengonversi jumlah pasien positif COVID-19 menjadi negatif," ujarnya.

Untuk itu, pihaknya memberikan apresiasi terhadap aksi penuh komitmen Huawei dalam menyediakan solusi AI-Assisted Analysis yang mampu mendukung percepatan dan peningkatan akurasi diagnosis para pasien yang terinfeksi COVID-19 di RSPP.

Menurutnya, di era Big Data seperti sekarang ini, teknologi-teknologi canggih yang mampu melakukan analisis data secara cerdas dan efisien, seperti tekologi AI dari Huawei ini, menjadi sangat penting untuk didayagunakan, apalagi di negara yang memiliki jumlah penduduk yang sangat besar ini.

RSPP mulai menerapkan solusi AI-Assisted Analysis dari Huawei sejak 2 April 2020. Menurut Ahmad Hariri, ST, CDT, MM, Pws. Radiologi RSPP, penerapan teknologi tersebut membawa dampak positif yang signifikan terhadap peningkatan kualitas penanganan pasien.

Teknologi AI Huawei ikut deteksi dan diagnosis. (Huawei)

 

"Solusi ini efektif meningkatkan kecepatan dan akurasi dalam melakukan pendeteksian serta diagnosis terhadap pasien-pasien terdampak COVID-19. Berdasarkan pengalaman kami, teknologi AI Huawei untuk dunia kesehatan adalah selangkah lebih maju. Teknologi ini secara nyata membantu tim medis sebagai garda terdepan dan menjadkan mereka dapat menjalankan tugasnya secara efektif dalam memerangi COVID-19," ujar Ahmad.

Ahmad menjelaskan, dengan memanfaatkan teknologi AI dari Huawei, pihaknya dapat secara langsung mengetahui kondisi paru-paru pasien dan munculnya area pelukaan pada organ tersebut yang menjadi beberapa penanda adanya gejala akibat infeksi Covid-19, sebelum dilakukan konfirmasi oleh dokter spesialis radiologi.

"Kami sangat terbantu dengan adanya teknologi AI dari Huawei ini. Solusi ini mampu mendeteksi gambaran Pneumonia sejak di tahap awal. Melalui alat buatan Huawei ini, dalam kisaran waktu sekira 30 detik kami bisa memperoleh indikasi apakah pasien terinfeksi COVID-19 atau tidak. Ketika didapatkan gambaran normal, maka akan muncul ikon warna hijau. Namun ketika didapatkan gambaran infiltrat (ciri khas pneumonia), ikon warna merah akan muncul. Dengan kata lain, pasien tersebut terindikasi terinfeksi virus," jelas Ahmad.

Menurutnya, solusi ini sangat bermanfaat bagi RSPP untuk melakukan percepatan treatment lanjutannya. Dalam aplikasi AI Huawei juga, ketika ditemukan gambaran akibat infeksi virus, akan langsung diketahui volumenya dan segmen-segmen wilayah parunya. Hal ini akan memberikan referensi tambahan bagi radiolog dalam melakukan ekspertisnya.

Jika aplikasi ini diberikan akses ke klinisi pengirim akan sangat membantu dalam percepatan tindakan lanjutan untuk mereka, sembari menunggu hasil ekspertis radiologis.

Tingkat akurasi dengan menggunakan teknologi AI huawei juga sangat tinggi. Dari 50 data pasien yang diperiksa, disandingkan dengan ekpertis radiologis, tingkat akurasinya mencapai 93 persen.

Menurut Ahmad, pihaknya optimistis, dengan makin banyaknya data-data yang akan bertambah dan dianalisis melalui teknologi AI dari Huawei, maka hasil ke depannya akan makin bertambah akurat.

Ken Qijian, Vice President Public Affairs and Communications Huawei Indonesia, mengatakan, "Kontribusi ini adalah bagian dari tanggung jawab sosial korporasi kami untuk dunia, termasuk Indonesia. Kami berharap, dengan menyinergikan kemampuan teknologi terdepan dari Huawei dengan kepakaran-kepakaran di bidang lain, seperti dunia kesehatan dan juga bidang-bidang lainnya, dunia akan segera berhasil menuntaskan persoalan COVID-19. Mari bahu-membahu dan be rsatu untuk mengalahkan pandemi ini. We stand as One!"