Senin, 01 Juni 2020
Dinar Surya Oktarini | Rezza Dwi Rachmanta : Selasa, 07 April 2020 | 08:30 WIB

Hitekno.com - Jika lalat mempunyai rasa malu, mungkin mereka ikut merasa malu setelah leluhur mereka tercyduk bersenggama dan terawetkan selama 41 juta tahun. Bak Romeo dan Juliet, pasangan lalat romantis ini benar-benar mempunyai peninggalan "memori" yang sangat membekas.

Terjebak di dalam fosil getah damar (amber), peneliti berhasil mengabadikan "kisah cinta" mereka ke dalam jurnal ilmiah.

Tak hanya lalat purba yang bersenggama, peneliti juga menemukan laba-laba prasejarah, semut, dan serangga kecil yang terjebak di dalam fosil getah damar.

Penelitian mengenai deretan hewan kecil yang terjebak menjadi fosil ini telah diterbitkan di jurnal Scientific Reports.

Menurut rilis resmi dari Monash University, sekelompok peneliti mereka berhasil menemukan salah satu fosil getah damar tertua yang berhasil dikumpulkan dari belahan Bumi bagian selatan.

Deretan hewan yang terjebak dalam fosil getah damar atau amber. (Jurnal Scientific Reports/ Jeffrey Stilwell)

 

Sebagai referensi, fosil amber biasanya dikaitkan dengan belahan Bumi utara, khususnya Myanmar, yang telah menghasilkan bermacam-macam fosil yang membingungkan selama bertahun-tahun.

Namun, fosil amber ini justru ditemukan di belahan Bumi bagian selatan, termasuk pada situs-situs di Australia dan Selandia Baru.

Penelitian mengenai deretan hewan kecil yang terjebak di ke dalam amber dipimpin oleh Jeffrey Stilwell, seorang paleontologis dari Monash School of Earth, Atmosphere and Environment.

Koleksi pada penelitian baru ini mencakup periode waktu yang luas, mulai dari periode Trias Akhir sekitar 230 juta tahun yang lalu hingga Eosen Tengah Akhir sekitar 41 juta tahun yang lalu.

Penelitian melibatkan tim ilmuwan yang berasal dari negara Australia, Spanyol, Italia, dan Inggris untuk mempelajari lebih dari 5.800 keping amber yang ditemukan di Macquarie Harbour Formation Tasmania Barat (54-52 juta tahun) dan Anglesea Coal Measures, Victoria, Australia (42-40 juta tahun lalu).

Mereka juga mengamati "perilaku beku" langka dari dua lalat berkaki panjang (Dolichopodidae) yang sedang bersenggama.

Ilustrasi spesies semut purba yang disebut Monomorium saat terjebak di dalam amber. (Jurnal Scientific Reports_J. A. Penas)

 

Ahli peleontologi lain bernama Victoria McCoy dari University of Wisconsin menjelaskan bahwa posisi "romantis" tersebut mungkin tidak benar-benar mewakili posisi kematian terakhir mereka.

"Mungkin salah satu lalat terperangkap dalam damar dan lalat lainnya sangat bersemangat sehingga mencoba untuk kawin," kata McCoy dikutip dari Gizmodo.

Selain pasangan lalat yang tercyduk bersenggama dan membeku selama 41 juta tahun, peneliti juga menemukan spesies fosil semut baru yang disebut Monomorium dan Hexapod, keduanya dari selatan Gondwana.

Para ilmuwan juga menemukan sepotong amber yang berusia sekitar 230 juta tahun, fosil damar tertua dari Pangaea selatan.

Sebagai referensi, Gondwana, benua super yang terdiri dari Amerika Selatan, Afrika, Madagaskar, India, Antartika, dan Australia, memisahkan diri dari benua super Pangea sekitar 200 juta tahun yang lalu.

Penelitian lalat purba dan hewan-hewan purba yang terperangkap di dalam fosil getah damar (amber) sangat berguna karena memberikan wawasan baru mengenai asal-usul dan evolusi biota di Australia dan sekitarnya.