Kamis, 04 Juni 2020
Agung Pratnyawan | Rezza Dwi Rachmanta : Jum'at, 03 April 2020 | 20:45 WIB

Hitekno.com - Di masa depan, badan antariksa hingga perusahaan antariksa swasta berambisi untuk membangun pangkalan manusia di Bulan atau Mars. Berdasarkan penelitian terbaru, mereka menemukan bahwa urin manusia bisa berpotensi digunakan sebagai bahan pembangunan pangkalan di Mars.

Bekerja sama dengan European Space Agency (ESA), tim ilmuwan melakukan sebuah eksperimen yang cukup aneh.

Penelitian "aneh" mereka telah dipublikasikan di Journal of Cleaner Production

Pangkalan manusia di Bulan harus dibangun dengan sangat kuat mengingat kondisi Bulan yang sangat ekstrem.

Suhu di Bulan bisa mencapai minus 22 derajat Celcius hingga minus 191 derajat Celcius.

Percobaan ketika bahan regolith atau debu Bulan dicampur dengan urea dari urin. (Journal of Cleaner Production)

 

Menurut laporan dari CNN, biaya untuk mengangkat material ke Bulan juga sangat mahal.

Pengangkutan dan penerbangan material seberat satu pon atau 0,45 kilogram dari Bumi ke Bulan bisa berharga 10 ribu dolar AS atau Rp 164,5 juta.

Jadi bahan yang ditemukan di Bulan, atau yang sudah ada pada astronot, adalah kunci pendekatan berkelanjutan untuk membangun pangkalan.

Dalam penelitian terbaru, ilmuwan menyelidiki mengenai apa yang akan terjadi jika debu Bulan, yang dikenal sebagai regolith, dicampur dengan komponen urin manusia (yang disebut urea) untuk membuat sejenis beton yang dicetak menggunakan printer 3D.

Gambar kiri merupakan campuran yang mengandung 3 persen urea sementara gambar kanan menunjukkan campuran yang mengandung 3 persen naphthalene. (Journal of Cleaner Production)

 

Bahan campuran itu diharapkan dapat membangun struktur yang cocok untuk tempat tinggal manusia di Bulan.

Ramón Pamies, seorang profesor dari University of Cartagena yang terlibat dalam penelitian menjelaskan bahwa urin dari astronot bisa digunakan untuk menjadi bahan struktur bangunan.

"Dengan penelitian ini kita telah melihat bahwa produk limbah, seperti urin personel yang menempati pangkalan bulan, juga dapat digunakan. Dua komponen utama cairan tubuh ini adalah air dan urea, molekul yang memungkinkan ikatan hidrogen dan karenanya mengurangi viskositas (ketebalan) campuran air," kata Ramón Pamies.

Para peneliti memutuskan untuk menguji apakah urea dapat digunakan sebagai "plasticizer pada beton", yang dapat melunakkan campuran agar lebih lentur sebelum beton mengeras.

Dilansir dari Futurism, setelah peneliti memanaskannya hingga suhu 80 derajat Celcius, mereka menemukan bahwa struktur yang dihasilkan mampu menahan beban berat.

Tanah dan debu Bulan. (NASA)

 

Bahkan setelah delapan kali pembekuan yang disimulasikan pada siklus siang dan malam di Bulan, struktur ini masih mampu mendukung beban berat.

Namun masih ada satu rintangan kecil untuk diatasi sebelum kita memutuskan membangun "Urine Town" di permukaan Bulan.

"Kami belum menyelidiki bagaimana urea akan diekstrasi dari urin, karena kami menilai apakah ini benar-benar diperlukan, karena mungkin komponen lainnya juga dapat digunakan untuk membentuk beton geopolimer," kata Profesor Anna-Lena Kjøniksen dari Ostfold University College yang juga terlibat pada penelitian.

Jika penelitian ini benar-benar diaplikasikan, sepertinya manusia bisa cukup berhemat untuk membangun pangkalan di Bulan karena urin secara otomatis bisa dikeluarkan dari tubuh astronot.

BACA SELANJUTNYA

Sebelum Melihat Gerhana Bulan Penumbra 6 Juni, Ini yang Perlu Diketahui