Jum'at, 04 Desember 2020

Melonjak dari Februari, Indonesia Diguncang 965 Gempa Tektonik Bulan Maret

Gempa bumi dengan kekuatan signifikan atau di atas magnitudo 5,0 terjadi 16 kali, turun jika dibandingkan Februari yang berjumlah 27 kali.

Dinar Surya Oktarini
cloud_download Baca offline
Ilustrasi gempa. (pixabay/Tumisu)
Ilustrasi gempa. (pixabay/Tumisu)

Hitekno.com - Sebanyak 965 kali gempa bumi tektonik di seluruh wilayah Indonesia sepanjang Maret 2020 tercatat oleh Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

"Gempa yang terjadi selama Maret meningkat dibandingkan Februari lalu yang tercatat 779 kali gempa," kata Kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono di Jakarta, Kamis (2/4/2020).

Tercatat gempa bumi dengan kekuatan signifikan atau di atas magnitudo 5,0 terjadi 16 kali, turun jika dibandingkan Februari yang berjumlah 27 kali.

Lebih lanjut Daryono menjelaskan, selama Maret 2020 aktivitas gempa yang terjadi didominasi oleh aktivitas gempa dengan magnitudo kecil atau dibawah magnitudo 5,0 yang terjadi 949 kali.

"Jumlah gempa kecil ini meningkat dari bulan sebelumnya yang tercatat sebanyak 752 kali," katanya.

Ilustrasi gempa. (pixabay/Angelo_Giordano)
Ilustrasi gempa. (pixabay/Angelo_Giordano)

 

Gempa bumi dengan guncangan dirasakan oleh masyarakat terjadi sebanyak 60 kali, atau menurun dari bulan sebelumnya sebanyak 76 kali.

Selama Maret 2020 terjadi satu kali gempa merusak, yaitu Gempa Kalapanunggal, Kabupaten Sukabumi dengan kekuatan magnitudo 5,1 pada 10 Maret 2020 pukul 17.18.04 WIB. Gempa destruktif tersebut menyebabkan lebih dari 700 bangunan rumah rusak.

Selama Maret 2020 wilayah di Indonesia aktif terjadi gempa bumi adalah Aceh dan Nias, Lampung, Selat Sunda, dan Jawa Barat, Bali, Lombok, dan Sumba, Alor dan Kupang, Ambon dan Seram, Sulawesi Tengah dan Sulawesi Utara, Laut Maluku serta Mamberamo Papua.

Menurut dia, peningkatan atau turunnya aktivitas gempa bumi merupakan hal yang biasa.

"Namun demikian sebaiknya tetap waspada mengingat wilayah Indonesia memang merupakan kawasan rawan gempa, sehingga gempa kuat dapat terjadi kapan saja," ujar Daryono. (Suara.com/Liberty Jemadu)

Terkait

Terkini