Sabtu, 30 Mei 2020
Agung Pratnyawan : Minggu, 29 Maret 2020 | 13:30 WIB

Hitekno.com - Selama ini kita terus mendengar istilah social distancing disaat pandemi virus corona COVID-19. Namun kini muncul lagi istilah physical distancing.

Apa itu sebenarnya social distancing? Lalu physical distancing artinya apa? Dua istilah yang tengah ramai di masarakat.

Pada awalnya dikenalkan istilah social distancing, yakni masing-masing individu harus menjaga jarak. Tujuannya untuk menghindari penularan virus corona.

Namun paling baru. Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO menganggap istilah tersebut kurang tepat. Dan mulai mengenalkan physical distancing sebagai pengganti.

"Kami mulai mengatakan physical distance karena kami ingin orang-orang tetap terhubung. Jadi, temukan cara untuk tetap terhubung secara sosial, bisa melalui berbagai media sosial agar tetap terhubung dengan orang lain karena kesehatan mental Anda sama pentingnya dengan kesehatan fisik Anda," ucap Dr Maria Kerkhove, seorang ahli epidemiologi WHO, seperti dikutip laman IFL Science.

WHO ingin agar masyarakat untuk saling menjaga jarak secara fisik, bukan secara sosial. Karena itulah diguankan istilah physical distancing bukan lagi social distancing.

Menjaga jarak fisik atau physical distancing antara diri sendiri dan orang lain, memainkan peran penting dalam membantu mencegah penyebaran virus karena COVID-19, menyebar dari orang ke orang ketika seseorang yang terinfeksi batuk atau bersin.

Ilustrasi Physical Distancing. [Shutterstock]

Australia sendiri telah mencoba menerapkan "jarak aman". Pemerintah meminta orang-orang berada sejauh 1,5 meter dengan orang lain.

Sementara di Inggris, Public Health England menyarankan, untuk berada sejauh 2 meter dari orang lain. Sedangkan WHO menyarankan agar orang-orang menjaga jarak setidaknya 1 meter dengan orang lain.

Pada dasarnya, pengetahuan tentang influenza juga membantu dalam pembatasan jarak ini.

Karena virus flu jiga menyebar melalui tetesan, penelitian yang memetakan seberapa jauh tetesan dapat menular bisa membantu untuk memberi tahu saran physical distancing, sampai penelitian serupa dilakukan pada virus Corona.

WHO menekankan bahwa menjaga jarak fisik dari orang-orang sangatlah penting dan itu tidak berarti membuat orang harus memutuskan hubungan sosial, atau melakukan jarak sosial (social distancing) dengan orang yang dicintai, seperti keluarga dan kerabat.

Ilustrasi social distancing. (Shutterstock)

"Teknologi saat ini telah sangat maju sehingga kita dapat tetap terhubung dalam banyak hal tanpa benar-benar secara fisik berada di ruangan yang sama," tambah Dr Kerkhove.

Menurut Jamil Zaki, Associate Professor of Psychology di Stanford University, social distancing adalah istilah yang salah.

"Kita harus menganggap saat ini sebagai 'physical distancing' untuk menekankan bahwa kita dapat tetap terhubung secara sosial bahkan ketika terpisah. Bahkan, saya mendorong kita semua untuk berlatih bersosialisasi dari jauh," ucap Zaki.

Selain mengikuti pedoman physical distancing, langkah-langkah pencegahan lainnya, seperti mencuci tangan, menutup mulut saat batuk dan bersin, dan menghindari menyentuh mata, hidung dan mulut, harus tetap dipatuhi.

Itu Itulah tadi istilah social distancing yang oleh WHO telah diminta ganti menjadi physical distancing. (Suara.com/Lintang Siltya Utami)