Kamis, 09 April 2020

Menurunkan Kemampuan, Begini Tampilan Otak Lebah yang Terkena Pestisida

Pestisida membuat otak lebah tumbuh lebih kecil dan mempengaruhi kemampuan kognitif mereka.

Dinar Surya Oktarini | Rezza Dwi Rachmanta
cloud_download Baca offline
Bentuk otak bumblebee saat terkena pestisida. (Imperial College London)
Bentuk otak bumblebee saat terkena pestisida. (Imperial College London)

Hitekno.com - Ilmuwan baru saja melakukan penelitian mengenai dampak pestisida yang membuat kemampuan otak lebah menurun secara signifikan. Menggunakan objek penelitian sebanyak hampir 100 lebah, ilmuwan menemukan bahwa pestisida membawa dampak negatif pada perkembangan otak lebah.

Ilmuwan memilih bumblebee sebagai spesies yang digunakan untuk percobaan.

Bumblebee atau bumble bee adalah salah satu dari 250 spesies dalam genus Bombus, bagian dari Apidae, salah satu keluarga lebah.

Mereka ditemukan terutama di ketinggian yang lebih tinggi di Belahan Bumi Utara, meskipun mereka juga ditemukan di Amerika Selatan.

Spesies bumblebee adalah hewan penyerbu yang sangat penting bagi sektor pertanian di Eropa, Amerika, dan sebagian negara Asia.

Salah satu spesies dari bumblebee dengan nama ilmiah Bombus Terrestis. (Wikipedia/ Alvesgaspar )
Salah satu spesies dari bumblebee dengan nama ilmiah Bombus Terrestis. (Wikipedia/ Alvesgaspar )

 

Penelitian yang dilakukan oleh sekelompok ilmuwan dari Imperial College London menemukan bahwa paparan pestisida selama tahap larva lebah dapat merusak perkembangan otak lebah serta menyebabkan bagian-bagian tertentu dari otak tumbuh lebih sedikit.

Bahkan beberapa bagian dari otak bisa lebih kecil dan secara fungsional terganggu ketika lebih tua.

Penelitian yang telah diterbitkan di Proceedings of the Royal Society B ini dapat membantu menjelaskan mengapa pestisida memiliki efek dramatis pada perilaku populasi lebah yang sering kali mengganggu kemampuan mencari makan mereka terutama untuk menavigasi dan mengenali bunga.

Dalam penelitian, ilmuwan melakukan micro-CT scan pada hampir 100 lebah di mana ukuran otak mereka hanya 0,0002 persen ukuran otak manusia.

Tampilan "tubuh jamur" dari micro-CT scan kepala lebah. (Imperial College London)
Tampilan "tubuh jamur" dari micro-CT scan kepala lebah. (Imperial College London)

 

Beberapa lebah adalah bagian dari koloni yang diberi makan nektar yang dibubuhi neonicotinoid, pestisida kontroversial yang dilarang di beberapa negara bagian Eropa tetapi masih banyak digunakan di seluruh Amerika Serikat.

Dilansir dari IFLScience, lebah yang terpapar pestisida tampaknya memiliki volume yang lebih kecil dari "tubuh jamur," sepasang struktur di otak serangga yang berperan dalam pembelajaran dan memori.

Ketika lebah muda diberi makanan yang terkontaminasi pestisida, maka itu membuat otak mereka tumbuh lebih kecil.

Otak yang lebih kecil membuat lebah mengalami penurunan kemampuan kognitif hingga kemampuan mereka dalam mencium aroma bunga.

Ilustrasi lebah yang mati karena pestisida. (Pixabay/ rostichep)
Ilustrasi lebah yang mati karena pestisida. (Pixabay/ rostichep)

 

"Koloni lebah bertindak sebagai super organisme, jadi ketika ada racun yang memasuki koloni, ini berpotensi menyebabkan masalah dengan perkembangan bayi lebah di dalamnya," kata ketua tim peneliti, Dr Richard Gill.

Penurunan lebah dan serangga penyerbuk lainnya di seluruh dunia tetap menjadi salah satu tantangan yang paling memprihatinkan.

Terdapat banyak faktor yang memengaruhinya, namun faktor yang paling menonjol adalah penggunaan pestisida.

Sekitar 35 persen tanaman pangan dunia bergantung kepada hewan penyerbuk seperti lebah sehingga keberadaan spesies lebah sangat penting bagi ketahanan pangan penduduk Bumi.

Terkait

Terkini