Sabtu, 04 Juli 2020
Agung Pratnyawan : Senin, 02 Maret 2020 | 19:30 WIB

Hitekno.com - Virus corona COVID-19 telah masuk ke Indonesia dan menginfeksi dua WNI. Presiden Joko Widodo, pada Senin (2/3/2020) telah mengumumkan hal ini.

Diumumkan kalau dua warga Depok, Jawa Barat telah positif terinfeksi virus corona COVID-19.

Kasus virus corona di Indonesia ini memantik rasa waspada, lalu apakah sudah ada obat atau vaksin untuk menangkal virus mematikan asal Wuhan, China ini?

Menurut CNN, sampai saat ini belum ada obat atau vaksin yang terbukti bisa melawan virus corona Covid-19.

Meski demikian, badan kesehatan dunia (WHO) pada akhir pekan kemarin mengumumumkan bahwa pemerintah dan perusahaan farmasi di seluruh dunia tengah mengembangkan vaksin dan obat untuk melawan virus corona.

Lebih dari 20 calon vaksin virus corona sedang dikembangkan di seluruh dunia.

Sayangnya, tampaknya pengembangan vaksin-vaksin itu butuh waktu setidaknya satu tahun sebelum rampung dan bisa didistribusikan ke seluruh dunia.

Peta Sebaran Kasus Virus Corona di Dunia (situs: gisanddata.maps.arcgis.com)

 

Kabar baiknya adalah sudah ada beberapa jenis pengobatan virus corona yang sudah memasuki tahap pengujian klinis. Berikut rinciannya:

1. Remdesivir, obat antivirus

Remdesivir, menurut WHO, menunjukkan tanda-tanda bisa membantu penderita atau pengidap virus corona.

"Hanya ada satu obat saat ini yang menurut kami benar-benar manjur dan itu adalah remdesivir," kata Bruce Aylward, asisten direktur jenderal WHO dalam sebuah jumpa pers di Beijing, China pekan lalu.

Meski demikian, perlu dicatat bahwa Remdesivir sebuah obat eksperimental yang tadinya dites ke manusia untuk mengobati virus Ebola. Sayang untuk Ebola, obat ini tidak manjur.

Remdesivir sendiri dikembangkan oleh perusahaan farmasi bioteknologi Amerika Serikat, Gilead Sciences.

Gilead Sciences mengatakan bahwa remdesivir saat ini sedang diuji di beberapa fasilitas kesehatan dunia. Di Amerika Serikat, obat itu akan diuji ke seorang warga yang terjangkit virus corona di kapal pesiar Diamond Princess, Jepang.

Sementara di Asia, remdesivir akan diuji ke sekitar 1000 pasien dan uji coba ini, jelas Gilead Sciences, akan mulai berlangsung pada Maret.

2. Obat HIV

Dokter-dokter di seluruh dunia, terutama di Thailand dan China, telah mengombinasikan obat-obat HIV dan obat flu untuk melawan virus corona. Sayang, hasil pengobatan ini belum banyak dilaporkan.

Meski demikian ada harapan untuk pengobatan jenis ini. Alasannya karena virus corona dan HIV sama-sama virus RNA - yang memiliki RNA sebagai materi genetiknya.

Kombinasi obat HIV ini juga sukses mengobati pasien yang terinfeksi SARS pada 2002 - 2004 silam. Seperti diketahui SARS juga disebabkan oleh virus corona jenis lain.

Vaksin

Sejumlah besar perusahaan di dunia telah mengembangkan beberapa calon vaksin untuk virus corona. Pengembangan vaksin untuk virus corona sendiri tergolong cepat. Sebagai pembanding, uji coba vaksin ke manusia saat SARS merebak butuh waktu 20 bulan.

Berikut beberapa kandidat vaksin virus corona:

1. Moderna
Perusahaan farmasi AS, Moderna, sudah mengirim vaksin eksperimental mereka ke Institut Alergi dan Penyakit Menular Nasional. Tes klinis untuk calon vaksin ini akan mulai digelar pada April. Tes ini butuh dua bulan agar rampung.

2. Novavax dan Inovio
Dua perusahaan farmasi AS ini juga sudah mengembangkan kandidat vaksin virus corona. Tes klinis untuk calon vaksin ini rencananya mulai digelar pada Mei atau Juni.

3. Beberapa pihak lain yang juga sedang mengembangkan vaksin virus corona:
Clover, perusahaan farmasi China dan GlaxoSmithKline; Institut Riset Biologis, Israel; perusahaan farmasi AS, Johnson & Johnson; dan Institut Penyakit Menular Jepang.

Itulah beberapa vaksin dan obat virus corona COVID-19 menurut WHO. (Suara.com/ Liberty Jemadu).

BACA SELANJUTNYA

Belajar dari Rumah, Foto Gedung Sekolah Tanpa Kegiatan Ini Malah Seram