Senin, 28 September 2020
Agung Pratnyawan : Rabu, 26 Februari 2020 | 11:00 WIB

Hitekno.com - Deputi Bidang Meteorologi BMKG R Mulyono Rahadi Prabowo memberikan saran pencegahan banjir di berbagai wilayah di Indonesia sebaiknya dilakukan saat musim kemarau bukan saat hujan seperti sekarang.

"Justru sebaiknya dilakukan saat musim kemarau. Bikin bendungan, memperbaiki gorong-gorong, bikin kolam pretensi waktunya di sana," kata Rahadi Prabowo saat ditemui di Gedung BMKG Jakarta, Selasa (25/2/2020).

Ia mengatakan infrastruktur mitigasi banjir yang dibuat saat musim kemarau akan sangat bermanfaat saat musim hujan.

Sehingga air hujan yang debitnya tinggi dapat tersimpan dalam fasiltas-fasilitas penampungan dan atau resapan yang sudah dibangun.

Pembangunan fasilitas yang dibangun di tiga titik penting, kata dia, dapat memperlambat laju debit air dari hilir menuju hulu.

Deputi Bidang Meteorologi BMKG ini menyampaikan tiga titik penting itu sendiri ada di hulu, tengah, dan hilir.

"Daerah hulu umumnya dibangun kolam pretensi untuk memperlambat laju, daerah tengah itu sumur resapan supaya mengurangi yang mengalir ke hilir. Hilir kalau ada kelebihan air maka dapat disedot depat dengan pompa sehingga segera mengalir ke laut," katanya.

Terowongan UKI Cawang banjir. (Suara.com/Stephanus Aranditio)

 

Dia mengatakan tiga struktur mitigasi dari hilir hingga hulu yang baik itu akan memperlambat laju air sehingga kawasan hilir tidak mudah tergenang.

Kendati begitu, Prabowo mengatakan hal yang tidak kalah penting dari pembangunan infrastruktur adalah kultur atau budaya kebiasaan perilaku masyarakat.

"Terkait dengan kultur ini kebiasaan buang sampah misalnya. Tidak buang sampah sembarangan, tidak menebang pohon sembarangan yang memicu banjir. Kultur ini bisa mempengaruhi struktur. Tetap buang sampah, nanti gorong-gorong mampet, strukturnya rusak, padahal awalnya karena kultur," tutup dia.

Itulah saran Deputi Bidang Meteorologi BMKG, agar pencegahan banjir dilakukan saat musim kemarau bukan di musim hujan seperti sekarang. (Suara.com/ Liberty Jemadu).

BACA SELANJUTNYA

BMKG: Ini Klaster Zona Gempa Aktif di Agustus 2020