Jum'at, 03 April 2020

China Klaim Dunia Aman dari Virus Corona karena Pengorbanan Mereka

"Jumlah orang yang meninggal meningkat 15 hari terakhir. Namun, kasus infeksi menurun selama 12 hari. Bukankah itu bagus?" tanya Menlu China.

Agung Pratnyawan | Husna Rahmayunita
cloud_download Baca offline
Ilustrasi virus corona. (Pixabay)
Ilustrasi virus corona. (Pixabay)

Hitekno.com - China menjadi sorotan dunia setelah virus corona tau Covid-19 merebak di Wuhan. Dari sana, virus ini dipercaya merebak ke berbagai wilayah.

Menteri Luar Negeri China, Wang Yi mengklaim redahnya penyebaran virus corona di negara lain karena 'pengorbanan' mereka yang berdedikasi menjaga status keamanan dan kesehatan global.

Pernyataan ini disampaikan, seusai temuan korban di Paris, Perancis. Seorang turis di negara tersebut menjadi korban yang pertama kali ditemukan di Eropa karena wabah virus corona Covid-19.

Dikutip dari News Sky, Senin (16/12/2020), Badan Kesehatan Dunia (WHO) mengumumkan, ada 1.662 orang yang meninggal karena virus corona.

"Ini adalah penyakit dengan tingkat infeksi mematikan. Jadi kami melakukan pengorbanan untuk menjaga keamanan global," ungkap Wang Yi.

Menlu China ini pun mengatakan, Beijing menerapkan kebijakan tersebut berdasarkan fakta yang ditemukan di lapangan.

"Jumlah orang yang meninggal meningkat 15 hari terakhir. Namun, kasus infeksi menurun selama 12 hari. Bukankah itu bagus?" tanyanya.

Ilustrasi virus corona. (Pixabay)
Ilustrasi virus corona. (Pixabay)

 

Sementara itu, mayoritas korban meninggal akibat virus corona di temukan di China, sedangkan empat kasus berada di Hong Kong, Filipina, Jepang dan Perancis.

Sebelumnya, otoritas China memilih mengisolasi Kota Wuhan dan kota lainnya, sebagai lokasi penyebaran virus mematikan tersebut. Tindakan ini menyebabkan 60 juta orang terkarantina.

Bahkan, kegiatan publik seperti di bioskop, restoran dan sektor lainnya turut ditangguhkan demi mencegah infeksi virus corona

Di lain pihak, Menteri Kesehatan Perancis Agnes Buzyn mengatakan, turis yang meninggal di negaranya berasal dari China.

Wisatawan yang dirahasiakan identitasnya itu berasal dari Hubei. Ia tiba di Perancis pada 16 Januari, sebelum dilarikan ke rumah sakit pada 25 Januari.

"Kondisinya memburuk dengan cepat," kata Agnes Buzyn.

Ilustrasi virus corona. (Shutterstock)
Ilustrasi virus corona. (Shutterstock)

 

Putri dari turis tersebut juga menjalani perawatan di rumah sakit. Namun, pihak berwenang berharap perempuan itu beransur pulih.

Untuk diketahui, sembilan negara di Eropa telah melaporkan temuan kasus virus corona. Jerman menjadi yang terbanyak dengan 16 kasus.

Virus ini telah menginfeksi lebih dari 67.000 orang di dunia. WHO pun menyebut, virus corona menjadi ancaman mematikan bagi kesehatan global. (Suara.com).

Terkait

Terkini