Sabtu, 22 Februari 2020

Harus Tahu, Bisa Ular Weling Lebih Mematikan dari Ular Kobra

Bisa ular weling bersifat neurotoxin, yang menyerang syaraf dan dapat menyebabkan kelumpuhan.

Agung Pratnyawan
cloud_download Baca offline
Ilustrasi ular weling. (Wikipedia/ Wibowo Djatmiko)
Ilustrasi ular weling. (Wikipedia/ Wibowo Djatmiko)

Hitekno.com - Banyak yang beranggapan kalau bisa ular kobra adalah yang paling mematikan. Namun ternyata tidak, ada ular weling yang punya bisa lebih mematikan.

Peneliti venom dari Pusat Penelitian Biologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Syahfitri Anita mengatakan bisa ular weling atau Bungarus candidus lebih mematikan dibanding ular kobra.

"Bisa ular weling bersifat neurotoxin, yang menyerang syaraf dan dapat menyebabkan kelumpuhan. Biasanya di beberapa jam awal korban akan merasa mual," kata Syahfitri kepada kantor berita Antara, di Jakarta, Kamis (13/2/2020).

Menurut Syahfitri, salah satu penelitian menunjukkan dosis lethal (LD50) ular weling terhadap mencit bisa mencapai 0.06 mikrogram/gram hingga 0.23 mikrogram/gram berat tubuhnya.

Syahfitri menuturkan jika setelah digigit tidak segera ditangani, maka korban dapat meninggal dalam waktu sekitar 12-24 jam.

Biasanya di beberapa jam awal korban yang digigit ular weling akan merasa mual, muntah dan lemas dan kemudian dapat meningkat dengan merasakan kelopak mata yang memberat dan susah bernapas.

Ketika digigit ular, para dokter menyarankan untuk tetap tenang dan menghindari atau meminimalkan pergerakan atau mobilisasi.

Ilustrasi ular weling. (Wikipedia/ Wibowo Djatmiko)
Ilustrasi ular weling. (Wikipedia/ Wibowo Djatmiko)

 

"Usahakan mengingat karakteristik jenis atau warna ular dan segera mencari pertolongan medis," ujarnya.

Syahfitri menuturkan anti bisa ular yang digunakan harus spesifik untuk ular weling, yang mana saat ini Indonesia belum punya antibisa khusus itu.

Secara sederhana, antibisa ular bekerja dengan mengikat dan menetralisasi bisa atau racun.

Antibisa berisi antibodi yang dapat berikatan dengan molekul racun-racun yang terkandung dalam bisa, mengubah bentuk molekul racun, dan akhirnya menetralisasi racun.

Sebelumnya, Adila (4), balita perempuan dari Desa Pamengkang, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, meninggal dunia setelah sempat koma selama lima hari akibat gigitan ular weling.

Orang tua balita Adila, Mukmin (27) di Cirebon, Kamis, mengatakan anaknya meninggal dunia setelah lima hari koma di RSD Gunung Jati akibat gigitan ular berbisa jenis weling.

"Adila meninggal pada Rabu (12/2/2020) malam sekitar pukul 20.30 WIB di RSD Gunung Jati," kata Mukmin.

Itulah penjelasan peneliti yang menyatakan bisa ular weling ternyata lebih mematikan dari ular kobra. (Suara.com/ Liberty Jemadu).

Terkait

Terkini