Senin, 28 September 2020
Agung Pratnyawan : Kamis, 13 Februari 2020 | 07:41 WIB

Hitekno.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah menyatakan potensi cuaca ekstrem di Indonesia bisa berlangsung hingga Maret 2020.

"Kalau menurut prediksi BMKG untuk wilayah Indonesia terjadinya cuaca ekstrem tidak serempak, silih berganti. Rata-rata puncak musim hujan Februari-Maret, khusus DIY dan Jateng berlangsung pada Januari-Februari," kata Kepala BMKG Dwikorita Karnawati di Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, Selasa (11/2/2020).

"Selanjutnya di kisaran April-Mei sudah memasuki musim kemarau, transisinya adalah pancaroba," lanutnya.

"Untuk ancaman bencananya beda lagi, bukan longsor atau banjir tapi angin puting beliung. Imbauan kami agar ini bisa diwaspadai oleh seluruh pihak," sambungnya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Stasiun Klimatologi Kelas 1 Semarang Tuban Wiyoso mengatakan lebih awalnya cuaca ekstrem yang menjangkau Jawa Tengah dibandingkan wilayah lain karena cuaca di Jawa lebih didominasi oleh pengaruh angin monsun.

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati (BNPB)

 

"Ini terjadi pada kurun waktu Desember-Februari, puncaknya Januari-Februari. Angin monsun sendiri merupakan angin yang bertiup dari Asia ke wilayah Indonesia," sebut Wiyoso.

"Seperti angin darat, yaitu angin laut tetapi skala musiman, ini dipengaruhi oleh posisi matahari," katanya.

Sementara itu, terkait dengan potensi bencana pada musim pancaroba, dikatakannya selain angin puting beliung, ada bencana lain yang wajib diwaspadai yaitu angin kencang, petir, dan hujan lebat yang datang tiba-tiba.

Mengenai daerah yang berpotensi terkena bencana tersebut cenderung merata.

"Kalau Jawa Tengah itu angin kencang merata, tidak milih wilayah. Kemarin juga sudah dimulai angin puting beliung karena sempat ada jeda hujan sebentar, itu masa transisi," kata Wiyoso dilansir dari Suara.com.

Itulah keterangan BMKG soal potensi cuaca ekstrem di Indonesia bisa berlangsung hingga Maret 2020. (Suara.com/ Rizki Nurmansyah)

BACA SELANJUTNYA

BMKG: Ini Klaster Zona Gempa Aktif di Agustus 2020