Jum'at, 28 Februari 2020

BMKG: 9 Gempa Hari Ini Disebabkan Sesar Aktif di Pengalengan

Sebanyak 9 gempa hari ini terjadi di Pengalengan dan BMKG mengatakan gempa tektonik itu dipicu oleh sesar aktif.

Dinar Surya Oktarini
cloud_download Baca offline
Ilustrasi gempa. (pixabay/Tumisu)
Ilustrasi gempa. (pixabay/Tumisu)

Hitekno.com - Kepala Bidang Informasi Gempa Bumi dan Peringatan Dini Tsunami Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengatakan sesar aktif di Pengalengan, Jawa Barat yang memicu setidaknya sembilan gempa, Rabu (5/2/2020). 

Daryono menerangkan selama Rabu pagi, sudah terjadi sembilan kali gempa di Pengalengan. Tiga gempa pertama merupakan pembuka, disusul oleh gempa utama, dan kemudian terjadi lima kali gempa susulan.

Gempa utama, dengan magnitudo 3,5 terjadi pada pukul 8.47.05 WIB dengan episenter pada kordinat 7,23 Lintang Selatan dan 107,59 Bujur Timur, atau sekitar 5 km dari Danau Cileunca, Pengalengan. Pusat gempa di kedalaman sangat dangkal, sekitar 3 kilometer.

"Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, tampak bahwa gempa ini dipicu oleh aktivitas sesar aktif di wilayah Pengalengan," terang Daryono.

Ilustrasi gempa. (pixabay/Angelo_Giordano)
Ilustrasi gempa. (pixabay/Angelo_Giordano)

 

Gempa Pengalengan juga dirasakan di Purbasari, Kertamanah, Puncakmara, Cicayur, dan Santosa dalam skala intensitas II-III MMI.

Gempa pertama di Pengalengan terjadi sekitar pukul 8.31 WIB dan gempa susulan terakhir tercatat pada pukul 9.10 WIB. Gempa paling besar adalah gempa utama, sementara yang terkecil sekitar magnitudo 1,6.

Gempa tektonik di wilayah Pengalengan ini memang cukup aktif. Sebelumnya pada 6 November 2016 BMKG mencatat di wilayah ini juga pernah diguncang gempa signifikan dengan magnitudo 4,2 hingga menimbulkan kerusakan beberapa rumah warga.

Mengingat adanya rentetan gempa yang terjadi ini, kepada masyarakat di Pengalengan dihimbau untuk tenang namun waspada dengan beberapa aktivitas gempa kecil ini.

"Peristiwa Gempa Pengalengan ini bagi para ahli kebumian merupakan fenomena menarik untuk dikaji, termasuk mengidentifikasi dan memetakan jalur sesar aktif di wilayah ini," tutup Daryono.(Suara.com/Liberty Jemadu)

Terkait

Terkini