Selasa, 29 September 2020
Dinar Surya Oktarini : Rabu, 05 Februari 2020 | 14:15 WIB

Hitekno.com - Ilmuwan dari Maryland-National Capital Park dan Planning Commission's Dinosaur Park, belum lama ini menemukan tengkorak fosil hiu besar di Mammoth Cave National Park,  sistem gua tertua di dunia yang memanjang setidaknya 643 kilometer.

Tengkorak hiu besar itu ditemukan tertanam di dinding gua yang terletak di Kentucky, Amerika Serikat. Gua tersebut saat ini terletak sangat jauh dari samudera, tetapi penemuan ini menunjukkan bahwa gua kuno tersebut pernah dihuni oleh hiu.

Ini adalah bukti langka yang pernah ditemukan ilmuwan dan berbeda dari bukti-bukti lainnya, yang sebelumnya telah ditemukan. Proyek penelitian fosil hiu Mammoth Cave National Park telah menemukan lebih dari 100 spesimen hiu.

Sebagian besar bukti berupa gigi yang cenderung dapat bertahan dengan sangat baik selama ribuan tahun karena terbuat dari zat fosfat kalsium yang sangat tangguh.

Penemuan fosil tengkorak hiu. [Facebook]

Namun, tengkorak adalah penemuan yang jauh lebih langka karena kerangka hiu terbuat dari tulang rawan. Sisa-sisa fosil yang ditemukan mencakup rahang bawah, beberapa tulang rawan kranial, dan beberapa gigi hiu.

Hiu yang dikenal sebagai Saivodus striatus dan dianggap telah pulah ini berukuran sekitar antara 3,4 hingga 4 meter.

"Pelestarian fosil hiu ini luar biasa. Karena gua tidak terkena unsur-unsur eksternal seperti hujan, salju, dan angin, laju erosi batu kapur di gua lambat sehingga fosil cenderung sangat rinci dan sebagian besar masih utuh," tulis Mammoth Cave National Park Fossil dalam unggahan di akun Facebook resmi.

Penemuan fosil tengkorak hiu. [Facebook]

Dilansir dari IFL Science, hiu hidup di daerah ini sekitar 330 juta tahun yang lalu. Era yang dikenal sebagai periode Mississippian Akhir, masa ketika banyak lembah Sungai Mississippi tenggelam di bawah air, memanjang sekitar 358,9 hingga 323,2 juta tahun lalu.

Hiu telah ada di Bumi selama setidaknya 450 juta tahun, lebih tua dari pohon dan dinosaurus. Penemuan fosil tengkorak hiu dapat menambah wawasan tentang periode tersebut di Amerika Utara.(Suara.com/Lintang Siltya Utami)

BACA SELANJUTNYA

Diterjang Banyak Badai, Ilmuwan Kehabisan Stok Nama